Hal Terburuk dari Menjadi Miskin: Cara Anda Diperlakukan Orang Lain
"Tidak seperti banyak orang miskin, saya tidak selalu miskin. Saya bersekolah di salah satu sekolah swasta paling elite di Kanada (peringkat kedua saat itu, setelah Upper Canada College). Saya mengantre, dan ironisnya, teller saya sama saja. Dia mencairkan ceknya."
Baca Juga: Mengapa Seseorang Bisa Kecanduan Kekuasaan dan Tak Punya Malu?
Welsh tidak mengatakan apa pun kepada si teller bank meski kaget pegawai bank tersebut bisa berubah pikiran dengan tiba-tiba. Welsh hanya pergi begitu saja.
"Beberapa tahun kemudian, selama periode kemiskinan yang sama, saya sampai pada titik di mana saya bahkan tidak bisa berpura-pura menjadi kelas menengah atau atas. Dan kadang-kadang saya diusir karena, meskipun saya bersih, saya terlihat pucat, pakaian saya lusuh dan kacamata saya benar-benar dilakban," lanjut Welsh.
"Suatu kali seorang penjaga keamanan mengusir saya dari properti hotel tempat saya masuk untuk menggunakan telepon umum. Dalam kasus lain, saya diusir dari kampus Universitas Ottawa"
Namun, sejak kondisi perekonomian Welsh membaik dan ia kembali ke kelas menengah, ia tidak pernah mengalami situasi seperti itu lagi.
"Aneh sekali," katanya.
Jadi, menurut Welsh, hal terburuk tentang kemiskinan adalah cara Anda diperlakukan orang lain.
"Menurut pengalaman saya, tidak ada aturan yang lebih kuat lagi, yaitu semakin sedikit gaji yang Anda terima, misalnya, semakin buruk Anda akan diperlakukan di tempat kerja. Pelayan toko memperlakukan Anda dengan lebih buruk. Birokrat pemerintah sering kali tidak dapat menyembunyikan rasa jijik mereka. Dan seterusnya."
Keuntungannya, menurut Welsh lagi, adalah orang-orang menunjukkan siapa mereka sebenarnya. Orang langka yang memperlakukan Anda sama persis seperti mereka memperlakukan orang lain akan terungkap sebagai permata yang bersinar.
Khususnya teman-teman yang tetap bersama Anda bahkan saat Anda sedang terpuruk dan putus asa menunjukkan diri mereka sebagai teman sejati.