Menanam Pohon Serentak se-Indonesia, PGN Berkomitmen Tebus Emisi Karon

By Utomo Priyambodo, Jumat, 20 Desember 2024 | 12:00 WIB
Aksi penanaman bibit pohon mangrove di Semarang Mangrove Center. Kegiatan ini diselenggarakan oleh PGN dengan berkolaborasi bersama National Geographic Indonesia. (Andika Mahatama)

Nationalgeographic.co.id—Dalam rangka memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) 2024, PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk mengadakan acara penanaman pohon secara serentak se-Indonesia. Acara penanaman pohon yang dilakukan di masing-masing wilayah operasi kerja dari perusahaan-perusahaan PGN Group ini disiarkan dan saling terhubung secara daring.

Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN, Harry Budi Sidharta, menjelaskan bahwa peringatan HMPI 2024 oleh PGN ini mengangkat tema "Mitigasi Bencana dan Tanggap Bencana". Pelaksanaan penanaman pohon secara serentak ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menanam pohon bagi lingkungan, keberlanjutan ekosistem, dan mitigasi perubahan iklim.

Harry mengatakan bahwa sepanjang tahun 2024 ini PGN Group setidaknya telah menanam ratusan ribu pohon yang terdiri atas berbagai jenis. "Penanaman pohon secara total 182.046 pohon setara dengan kurang lebih mereduksi karbon 187,5 ton karbon dioksida per tahun," jelas Harry dalam acara penanaman serentak tersebut pada Kamis, 19 Desember 2024.

Menurut Harry, PGN Group juga telah mengimplementasikan upaya peningkatan keanekaragaman hayati, terutama oleh unit kerja atau anak perusahaan PGN Group yang telah menjadi peserta PROPER.

"Seperti di PGN Panaran telah melestarikan pohon kruing paya yang merupakan pohon endemik Pulau Batam. Ada pula PGN Pagardewa yang ikut berkontribusi dan berpartisipasi di Taman Kehati Bedegung Muara Enim dan banyak lagi di tempat lain."

Pelaksanaan program inovasi sosial yang digalakkan oleh Pertagas Operation Kalimantan Area (OKA) juga bisa menjadi teladan. Sejak 2021, perusahaan tersebut mengambil langkah nyata untuk merevitalisasi lahan kritis.

Hingga tahun 2024, melalui Program Permata Borneo (Pemberdayaan Masyarakat Martadinata berbasis Revitalisasi Tanah dan Ekologi), perusahaan telah menghidupkan kembali lahan kritis seluas 12,5 hektare.

"Program ini dirancang untuk membangun kesejahteraan komunitas penyangga hutan dengan solusi berkelanjutan, salah satunya adalah dengan Agrifuture, yaitu model pertanian modern berkelanjutan," terang Harry.

Di Jawa Tengah, acara penanaman pohon secara serentak dilakukan di Semarang Mangrove Center (SMC), Kelurahan Mangkang Wetan, Kecamatan Tugu, Kota Semarang. Sebanyak 5.000 bibit mangrove ditanam di wilayah tersebut.

Kegiatan penanaman 5.000 bibit mangrove di Semarang Mangrove Center ini merupakan bagian dari rangkaian acara penanaman pohon secara serentak se-Indonesia oleh PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk. (Andika Mahatama)

Division Head CSR PGN, Krisdyan Widagdo Adhi, mengatakan kegiatan penanaman 5.000 bibit mangrove ini merupakan rangkaian program komitmen PGN di wilayah operasi. "Kami melihat bahwa wilayah pesisir utara Jawa, khususnya di wilayah operasi kami di Semarang, ini mendapatkan tantangan yang cukup besar dalam perubahan iklim, di mana itu menjadi concern juga bagi pemerintah pusat termasuk juga pemerintah daerah," ujar Dodo, sapaan Widagdo.

"Kita melihat bahwa abrasi di sini cukup cepat. Oleh karena itu, kami berkomitmen mengupayakan bagaimana caranya sehingga abrasi itu bisa dikelola dengan lebih baik. Salah satunya dengan penanaman mangrove," tegas Dodo.

"Memang hari ini kami baru menanam 5.000 pohon, tetapi sebenarnya jika diakumulasikan dengan grup kami, seperti PGN Mas dan Pertagas, itu dalam setengah tahun ini kami sudah menanam sekitar 12.000 bibit khusus untuk tanaman mangrove saja," imbuhnya.

Dodo juga menambahkan bahwa penanaman mangrove ini merupakan upaya PGN untuk mengurangi emisi karbon. Upaya ini pada akhirnya menjadi ikhtiar PGN dalam mitigasi perubahan iklim.

"Kita sendiri tahu bahwa mangrove punya tingkat mereduksi karbon lebih besar dari tanaman-tanaman biasa, hingga tiga kali lebih besar," papar Dodo.

Banyak riset mengungkap bahwa ekosistem mangrove mampu menyerap karbon dalam jumlah besar. Lebih dari itu, hutan mangrove bahkan diyakini bisa menyimpan karbon sepuluh kali banyak daripada hutan terestrial. Jadi, mendukung ekosistem mangrove amatlah penting untuk menghambat laju krisis iklim global.

Penanaman pohon mangrove dan berbagai jenis pohon lain oleh PGN merupakan komitmen perusahaan untuk menembus karbon (carbon offset). Dalam kegiatan operasinya, perusahaan apa pun pasti mengeluarkan emisi karbon, sehingga penanaman pohon yang bisa menyerap emisi karbon merupakan usaha untuk menembus emisi karbon tersebut.

Dodo berkata, "Di tahun 2024 ini kami sudah menanam sekitar 182 ribu tanaman sehingga jika diakumulasi ini cukup besar untuk carbon offset yang ada."