Bukan Sekadar Tempat Wisata, Aviary Park Indonesia juga Berfungsi sebagai Lembaga Konservasi Satwa

By Utomo Priyambodo, Selasa, 25 Februari 2025 | 17:15 WIB
Menteri Kehutanan, Raja Juli Antony, memberi makan burung pelikan di Aviary Park Indonesia.
Menteri Kehutanan, Raja Juli Antony, memberi makan burung pelikan di Aviary Park Indonesia. (Donny Fernando/National Geographic Indonesia)

Kambing pigmi di Aviary Park Indonesia.
Kambing pigmi di Aviary Park Indonesia. (Donny Fernando/National Geographic Indonesia)

Presiden Direktur Aviary Park Indonesia, Michael Sumampau, mengatakan pihaknya berkomitmen untuk terus mendukung upaya pelestarian satwa melalui program penangkaran, penelitian, dan edukasi kepada masyarakat. Pembangunan Aviary Park Indonesia di lokasi yang dahulu menjadi tempat pembuangan sampah ilegal ini telah dimulai sejak Desember 2021.

"Jadi lahan ini ada juga dulu sebagai tempat sampah ilegal, tetapi itu kita sulap dengan cara kita kubur dengan tanah. Total dari galian tanah itu sekitar 12.000 meter kubik. Setelah itu kita menanam pohon. Total pohon yang sudah kita tanam adalah sekitar 10.000 pohon. Dari 10.000 pohon itu, ada sekitar 4.000 pohon keras dan sekitar 6.000 pohon bambu. Jadi kita menciptakan juga di belakan ada hutan bambu," jelas Michael.

Hewan mamalia lainnya di Aviary Park Indonesia. (Donny Fernando/National Geographic Indonesia)

Jadi, menurutnya, wilayah Aviary Park Indonesia ini sekaligus juga berfungsi sebagai paru-paru kota. "Paru-paru kota ini menjadikan Aviary Park Indonesia tempat yang nyaman untuk satwa-satwa yang ada di dalamnya, sehingga mereka dapat hidup nyaman tanpa rasa takut dan akhirnya mereka dapat berkembang biak. Harapannya setelah jumlah mereka sudah banyak, kita pun berharap bisa melepasliarkan kembali satwa-satwa ini di habitat aslinya," imbuh Michael.

Karena lokasi Aviary Park Indonesia di tengah kota, akses menuju Aviary Park Indonesia pun menjadi sangat mudah. Hanya 1 kilometer dari exit tol Viaduct atau 2 kilometer dari exit tol Pondok Aren. Bisa juga dicapai dengan berjalan kaki dari Stasiun Pondok Ranji.

Burung flamingo di Aviary Park Indonesia. (Donny Fernando/National Geographic Indonesia)

Bird & Butterfly Sactuary

Kehadiran menteri kehutanan dan jajarannya dalam Grand Opening Aviary Park Indonesia bukanlah tanpa sebab. Selain sebagai tempat ekowisata, Aviary Park Indonesia juga berfungsi sebagai lembaga konservasi, khususnya sebagai tempat perlindungan burung dan kupu-kupu, atau yang mereka sebut sebagai Bird & Butterfly Sanctuary.

"Bird & Butterfly Sanctuary masksudnya adalah Aviary Park Indonesia menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi satwa-satwa yang ada di dalamnya. Kenapa kita memilih Bird Sactuary, karena selain burung-burung yang khusus kita datangkan, kita juga mendapatkan burung-burung hasil penyelamatan yang dititipkan oleh BKSDA ke tempat ini," tutur Michael.

"Mereka pun menjadi jinak, padahal waktu mereka datang begitu ketakutan. Dalam 1 tahun kita beroperasional, kita sudah berhasil mengembangbiakan 7 spesies dengan total lebih dari 41 ekor," imbuhnya lagi.

Burung pelikan di Aviary Park Indonesia sudah menjadi jinak dan tidak takut pada pengunjung. (Donny Fernando/National Geographic Indonesia)
Selain menjadi tempat perlindungan burung, Aviary Park Indonesia sudah mengalokasikan sekitar 7.000 meter persegi untuk lahan pakan kupu-kupu dan perawat-perawat yang berkomitmen.

"Hasilnya kita rata-rata mengembangbiakan 2.793 kupu-kupu setiap bulannya, tetapi di bulan Januari karena kita mempersiapkan Grand Opening maka kita berhasil mengembangbiakan 5.155 ekor kupu-kupu," ujar Michael. Total sudah 40 jenis kupu-kupu dengan jumlah 53.065 ekor kupu-kupu yang dikembangbiakan di tempat ini.

Kegiatan pelepasan kupu-kupu di Aviary Park Indonesia oleh presiden direkturnya, Michael Sumampau (kedua dari kanan), bersama Menteri Kehutanan Raja Juli Antony. (Donny Fernando/National Geographic Indonesia)

"Aviary Park Indonesia sebagai lembaga konservasi sangat mengacu ke kementerian Kehutanan, karena kita menjadi mitra untuk ikut melestarikan alam dan satwa yang dimiliki oleh bangsa ini," tegas Michael.

"Harapannya, Aviary Park Indonesia bukan hanya menjadi tempat konservasi, tetapi bisa menjadi daya tarik juga untuk turis mancanegara mau mengunjungi Indonesia untuk dapat melihat burung dan kupu-kupu yang dimiliki oleh bangsa kita."