Selidik Ilmiah: Benarkah Stop Minum Alkohol Beri Manfaat pada Tubuh?

By Ricky Jenihansen, Senin, 17 Maret 2025 | 16:00 WIB
Berhenti minum alkohol memberikan dampak yang jauh lebih mendalam dari perkiraan.  Bagaimana tubuh bereaksi ketika seseorang berhenti minum alkohol? Ini penjelasan ilmiahnya.
Berhenti minum alkohol memberikan dampak yang jauh lebih mendalam dari perkiraan. Bagaimana tubuh bereaksi ketika seseorang berhenti minum alkohol? Ini penjelasan ilmiahnya. (Foto oleh Victoria Jones, PA Images via National Geographic)

Nationalgeographic.co.id—Banyak orang berpikir bahwa berhenti minum alkohol hanya berdampak pada kebiasaan sosial, tetapi sebenarnya, perubahan yang terjadi dalam tubuh jauh lebih mendalam.

Dari peningkatan kualitas tidur hingga penurunan risiko penyakit kronis, tubuh mulai mengalami perbaikan sejak hari pertama seseorang menghentikan konsumsi alkohol. Namun, proses ini juga bisa memicu efek samping yang mengejutkan, terutama bagi mereka yang telah lama terbiasa dengan alkohol.

Lantas, bagaimana tubuh bereaksi ketika seseorang berhenti minum alkohol? Mari kita selidiki lebih dalam dampak ilmiahnya

Dampak Alkohol pada Tubuh

Alkohol menimbulkan berbagai kerusakan pada tubuh kita. Dampak utamanya adalah pada hati, organ yang bertugas memecah alkohol.

Namun, organ lain seperti jantung, saluran pencernaan, pankreas, dan otak juga terkena dampak negatifnya. Tingkat kerusakan bervariasi, tergantung pada durasi alkohol berada dalam tubuh dan jumlah yang dikonsumsi.

"Kadar alkohol dalam darah sangat menentukan seberapa besar kerusakan pada organ," ungkap Paul Thomes, peneliti di Auburn University, yang fokus pada mekanisme kerusakan organ akibat alkohol.

Thomes menjelaskan bahwa hati mengubah alkohol menjadi zat yang kurang berbahaya agar bisa dikeluarkan dari tubuh. Dalam proses ini, alkohol diubah menjadi asetaldehida, zat yang sangat beracun dan penyebab kanker.

Biasanya, asetaldehida cepat dipecah. Namun, jika proses ini lambat atau terganggu, akibat kadar alkohol tinggi atau faktor lain seperti obat-obatan yang memengaruhi metabolisme hati, asetaldehida menumpuk di tubuh dan merusak organ.

"Lamanya zat beracun menumpuk di sel dan jaringan menentukan tingkat kerusakannya," kata Thomes.

Kerusakan ini memengaruhi semua organ tubuh, sehingga penggunaan alkohol kronis menimbulkan berbagai risiko kesehatan jangka panjang, seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, penyakit hati, dan peningkatan risiko kanker tertentu. Konsumsi alkohol kronis juga melemahkan sistem kekebalan tubuh dan mengganggu fungsi otak.

Baca Juga: Bagaimana Minum Alkohol Bisa Bikin Mata Buta dan Memicu KDRT