Berlangganan

Penemuan Homo erectus di Selat Madura dan Tanah Sundaland yang Hilang

Selasa, 17 Juni 2025 | 14:00 WIB
Bagikan :
Donny Fernando/National Geographic Indonesia
Salah satu fosil tengkorak manusia purba Homo erectus yang pernah ditemukan di wilayah Indonesia.

Nationalgeographic.co.id—Penemuan fosil manusia purba Homo erectus di Selat Madura memunculkan kembali narasi tentang Paparan Sunda atau Sundaland yang hilang. Sundaland adalah landas benua hasil dari perpanjangan lempeng benua Eurasia yang berbentuk seperti semenanjung besar di Asia Tenggara.

Proses penemuan dan pengungkapan fosil Homo erectus di wilayah bekas Sundaland ini bukanlah penemuan yang terjadi hanya dalam waktu singkat. "Sebenarnya kita riset bukan kemarin sore. Bukan sebulan dua bulan, tapi ini sepuluh tahun," tutur Shinatria Adhityatama, peneliti dari Griffith University.

"Jadi kita keep temuan ini selama 10 tahun untuk benar-benar dipelajari secara komprehensif. Jadi ini benar-benar di-preview dengan sangat hati-hati. Jadi dari ditemukannya, lalu diidentifikasi, lalu akhirnya kita tahap publikasi," beber Adit, sapaan Adhityatama, dalam acara Bincang Redaksi bertajuk "Homo erectus dari Dasar Dunia yang Hilang" yang diselenggarakan oleh National Geographic Indonesia bersama BRIN dan Griffith University.

"Tahap publikasi juga itu tidak mudah. Karena ini jurnal internasional, banyak sekali review major, revision, yang harus kita hadapi dan akhirnya bisa kita sharing ke publik sore ini dan dibantu juga oleh National Geographic untuk memberitakan lebih luas publikasi dari temuan ini," lanjut Adit lagi.

Penemuan ini terjadi ketika Harold Berghuis, seorang peneliti arkeologi asal Leiden University, menjadi konsultan proyek reklamasi pulau di sekitar Selat Sunda. Saat pengerukan dan pemindahan pasir untuk reklamasi pulau tersebut, operator tak sengaja menggali ribuan fosil tulang. Harold menghentikan sementara pekerjaan reklamasi tersebut dan kemudian mengumpulkan fosil-fosil itu untuk diidentifikasi lebih lanjut.

Hasilnya adalah studi baru ini. Sebagian fosil tersebut ternyata merupakan milik spesies Homo erectus. Makalah hasil studi yang digarap oleh Harold bersama Adit dan rekan-rekan peneliti lainnya itu telah terbit di jurnal Quaternary Environments and Humans pada Juni 2025.

“Penemuan penting hasil penelitian kolaborasi ini merupakan bukti pertama persebaran Homo erectus di dataran rendah nan luas, Paparan Sunda, yang saat ini terendam di bawah permukaan laut, di Selat Madura," tegas Sofwan Noerwidi, Kepala Pusat Riset Arkeometri di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Dari kiri ke kanan: Mahandis Yoanata Thamrin selaku Managing Editor National Geographic Indonesia, Sofwan Noerwidi sebagai Kepala Pusat Riset Arkeometri BRIN, dan Shinatria Adhityatama sebagai peneliti dari Griffith University dalam Bincang Redaksi yang diadakan National Geographic Indonesia.

Para peneliti sepakat bahwa temuan baru ini menunjukkan bahwa Homo erectus ternyata menyebar ke dataran rendah di luar Jawa, tepatnya di Sundaland. Penyebaran itu terjadi saat air permukaan laut masih rendah dan belum menenggelamkan tanah yang hilang ini.

"Titik terendahnya itu, [dahulu hingga di bawah] 120 meter air itu surut," kata Adit. "Air ini mulai naik di 11.000 tahun lalu. Jadi kita baru jadi kepulauan itu sekitar mungkin 6.000-4.000 tahun lalu kita totally jadi negara Kepulauan Indonesia dan kita terpisah dengan regional Asia Daratan atau Asia Tenggara Daratan."

Pendek kata, Sundaland ditengarai merupakan dataran subur dengan banyak sungai dan savana hijau. Tim peneliti meyakini, populasi Homo erectus di Sundaland ini mungkin hidup di pinggir sungai yang besar.

Fakta soal sungai ini juga pernah diungkap oleh Ajeng Salma Yarista, sarjana dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Ajeng dalam studi skripsinya meneliti Laut Jawa dan menemukan percabangan sungai purba yang kompleks.

Tag:

Lainnya

Apa Benar Homo erectus Punya Bahasa dan Berlayar Menyeberangi Lautan?

Manusia purba Homo erectus diduga memiliki keterampilan berbahasa, membuat perahu, dan berlayar menyeberangi laut. Apakah benar?
2024-04-19 20:30:00