Apakah Kucing Dipelihara untuk Dijadikan Tumbal bagi Dewa Mesir Kuno?
Nationalgeographic.co.id—Hubungan manusia dengan sahabat kucingnya mungkin tidak dimulai dengan baik.
Dua studi baru mengungkap petunjuk baru tentang kapan dan di mana kucing pertama kali didomestikasi. Dan temuan ini mengarah langsung ke Mesir kuno. Tapi apakah di masa itu kucing menjadi teman yang nyaman atau pengendali hama yang praktis? Ironisnya, kucing domestik awal mungkin dibiakkan untuk satu tujuan: pengorbanan massal atau tumbal untuk para dewa Mesir kuno.
Sebelumnya, para peneliti percaya bahwa domestikasi kucing dimulai ketika kucing liar mulai berkeliaran di sekitar desa-desa pertanian pertama. “Kurang lebih sekitar 9.000 tahun yang lalu,” tulis Tom Howarth di laman Science Focus.
Ketika lumbung padi menarik hewan pengerat, kucing liar Afrika Utara (Felis lybica) mulai memburu hama tersebut. Hal ini pun akhirnya memicu hubungan yang saling menguntungkan yang akhirnya mengarah pada domestikasi.
Namun, model tersebut kini sedang diteliti secara serius. “Sering dikatakan bahwa nenek moyang kucing domestik–kucing liar Afrika Utara–didomestikasi selama periode Neolitikum,” ujar Dr. Sean Doherty. Doherty adalah seorang ilmuwan arkeologi di Exeter University dan penulis utama studi pertama. Studinya bertajuk “Redefining the timing and circumstances of cat domestication, their dispersal trajectories, and the extirpation of European wildcats”.
“Studi kami menantang narasi ini dengan meninjau bukti osteologi (tulang), genetik, dan ikonografi yang tersedia. Kami berpendapat bahwa domestikasi kucing dimulai di Mesir sekitar milenium kedua hingga pertama SM,” ungkap Doherty.
Tim Doherty menggunakan analisis zooarkeologi, genetika, dan penanggalan radiokarbon untuk menilai kembali sisa-sisa kucing purba. Sisa-sisa kucing purba diperoleh dari situs arkeologi di seluruh Eropa dan Afrika Utara, yang berasal dari zaman kuno hingga modern.
Tulang-tulang dari desa pertanian berusia 9.500 tahun di Siprus, yang dulu dianggap menunjukkan domestikasi awal, ternyata lebih mirip dengan kucing liar.
Beberapa kesalahan penanggalan mungkin disebabkan oleh fakta bahwa tulang kucing berukuran kecil. Tulang tersebut juga dapat bergeser di antara lapisan tanah seiring waktu, kata Doherty. “Jadi kami menggunakan penanggalan radiokarbon untuk mengonfirmasi penanggalan mereka. Hal ini juga menunjukkan bahwa beberapa kucing jauh lebih baru daripada yang diperkirakan.”
Semua ini menunjukkan bahwa garis waktu ketika kucing didomestikasi sebenarnya lebih baru daripada yang diperkirakan.
Para peneliti berpendapat bahwa meskipun pengendalian hewan pengerat kemungkinan berperan dalam domestikasi, agama mungkin lebih penting. Di Mesir kuno, kucing menjadi suci bagi dewi Bastet, dan jutaan kucing dibiakkan untuk dipersembahkan.
Baca Juga: Stres karena Pajak yang Naik dan Bertambah? Salahkan Orang Mesir Kuno!