Gunung Merapi Meletus Freatik, Masyarakat Diimbau Tetap Tenang

By Lutfi Fauziah, Jumat, 11 Mei 2018 | 10:59 WIB
Gunung Merapi yang terletak di Kabupaten Klaten, Megelang, Boyolali dan Sleman meletus freatik pada Jumat (11/5/2018) sekitar pukul 07.32 WIB. (BNPB)

Gunung Merapi yang  terletak di Kabupaten Klaten, Megelang, Boyolali dan Sleman meletus freatik pada Jumat (11/5/2018) sekitar pukul 07.32 WIB. Letusan melontarkan abu vulkanik, pasir dan material piroklatik disertai suara gemuruh, dengan tekanan sedang hingga kuat dan tinggi kolom 5.500 meter dari puncak kawah. 

Baca juga: Gempa Sunda Megathrust Berpotensi Merusak Jakarta

Letusan freatik terjadi akibat dorongan tekanan uap air yang terjadi akibat kontak massa air dengan panas di bawah kawah Gunung Merapi. Jenis letusan ini tidak berbahaya dan dapat terjadi kapan saja pada gunung api aktif. Biasanya letusan hanya berlangsung sesaat. Gunung Merapi sebelumnya pernah terjadi letusan freatik.

"Status Gunung Merapi hingga saat ini masih tetap normal (Level I) dengan radius berbahaya adalah 3 kilometer dari puncak kawah. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) tidak menaikkan status Gunung Merapi dan masih terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik," jelas Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, dalam siaran pers yang diterima National Geographic Indonesia, Jumat (11/5/2018).

Hingga saat ini, belum ada laporan korban jiwa. BPBD dan aparat masih melakukan pemantauan. BPBD Sleman telah mengimbau masyarakat agar tetap tenang, dan menginstruksikan penduduk yang tinggal dalam radius 5 km seperti daerah Kinahrejo  untuk evakuasi ke barak pengungsi. Masyarakat merespon instruksi tersebut dengan evakuasi mandiri ke tempat yang aman. 

Sementara itu, terdapat sekitar 120 pendaki Merapi yang mendekati kawasan Pasar Bubrah. Menurut laporan, seluruh pendaki tersebut dalam kondisi selamat. Mereka diimbau mengikuti rekomendasi dan tidak memaksakan diri mendekati puncak kawah.

Baca juga: Gempa Jakarta: Waspada Gempa Sunda Megathrust

Hujan abu dilaporkan terjadi di wilayah Sleman, yang meliputi Kecamatan Tempel, Turi, Pakem, Cangkringan, Ngemplak dan sebagian Kecamatan Sleman. Hujan abu diperkirakan akan terus turun di sekitar Gunung Merapi khususnya di bagian selatan dan tergantung dari arah angin.