Roller Coaster, Wahana Pemicu Adrenalin yang Membawa Manfaat

By Mar'atus Syarifah, Senin, 16 Juli 2018 | 15:47 WIB
Roller coaster (Siraphol/Getty Images/iStockphoto)

Pergi bermain di taman hiburan namun tidak menaiki wahana roller coaster, sama seperti mengambil hari cuti namun tidak memanfaatkannya dengan bersantai dan menenangkan diri. Wahana penantang adrenalin ini menjadi wahana wajib bagi sebuah taman hiburan.

Tidak sedikit pengunjung yang rela mengantre demi sensasi menegangkan yang mungkin sulit didapatkan dari wahana lain.

Bagi pengunjung yang tidak memiliki cukup keberanian, roller coaster hanyalah sebuah wahana kecepatan yang tidak memikat.

Menaiki roller coaster memiliki kenikmatan sensasi yang mirip dengan rasa takut. Pengunjung yang menaiki wahana ini akan merasakan sensasi yang sama dengan sensasi yang didapat ketika menyaksikan film horor. Jantung akan berdebar, pernapasan menjadi lebih cepat, dan tubuh akan menghasilkan dorongan energi besar yang diakibatkan oleh pelepasan glukosa.

Baca Juga: Lima Kisah Penyelamatan Paling Dramatis dalam Sejarah Dunia

Penelitian yang dilakukan oleh Department of Medical Cardiology, Royal Infirmary, Glasgow, mengungkap bahwa ketika seseorang menaiki roller coaster, detak jantung akan meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi 153 kali per menit—rerata detak jantung manusia adalah 70 per menit.

Karena hal tersebut, roller coaster sangat tidak direkomendasikan untuk orang tua.

Selain roller coaster, semua wahana yang memicu adrenalin juga menimbulkan dampak yang sama.

Peserta penelitian mengakui adanya peningkatan perasaan sejahtera dan euforia setelah menaiki roller coaster. Lebih dalam lagi, para peneliti menemukan bahwa kadar endorfin—pemicu perasaan senang—dalam darah akan meningkat setelah menaiki wahana tersebut.

Menariknya, semakin tinggi tingkat endrofin, semakin besar pula euforia yang dirasakan.

Baca Juga: Mengapa Manusia Sering Merasa Aneh Saat Mendengar Suaranya Sendiri?

Selain menimbulkan rasa bahagia, menaiki roller coaster ataupun wahana yang menantang adrenalin lainnya mampu meningkatkan rasa stres karena meningkatnya hormon kortisol. Walaupun disebut mampu meningkatkan rasa stres, namun klasifikasi stres yang dimaksud adalah eustress, dorongan stres yang memunculkan dampak positif dan menyenangkan.

Penelitian di atas menjawab fenomena banyaknya orang yang menyukai roller coaster walau bagi sebagian orang wahana tersebut menyeramkan. Tidak heran banyak orang rela membayar dan antre panjang.