Peneliti: ‘Dunia Penuh Air’ Akan Ditemukan di Sepanjang Galaksi

By Gita Laras Widyaningrum, Senin, 20 Agustus 2018 | 10:54 WIB
Ilustrasi sistem eksoplanet Trappist-1. (oorka/Getty Images/iStockphoto)

Nationalgeographic.co.id - Dalam sebuah penemuan terbaru, para peneliti mengatakan bahwa ‘dunia penuh air’ akan menjadi hal yang umum di alam semesta. Ini memiliki efek yang besar pada pencarian kehidupan di tempat lain selain Bumi.

Studi terbaru itu menyatakan, jumlah planet yang dipenuhi air akan jauh lebih banyak dari yang diperkirakan sebelumnya.

Dengan mengeksplor massa eksoplanet terdekat, peneliti mengetahui bahwa ukuran mereka mungkin menampung sejumlah besar air yang mampu mendukung kehidupan.

Baca juga: Meteorit Ini Berikan Peneliti Petunjuk Tentang Asal Mula Kehidupan

Beberapa eksoplanet yang ditemukan akhir-akhir ini memang membuat para ilmuwan bersemangat. Pasalnya, itu bisa memiliki 50% air.

“Ini adalah kejutan besar, menyadari bahwa ada begitu banyak air,” kata Dr. Li Zeng, pemimpin penelitian dari Harvard University.

Meski menampung air – dan mungkin kehidupan – dunia eksoplanet tersebut tidak seperti yang kita tinggali saat ini.

“Memang ada air, tapi tidak sama dengan yang ditemukan di Bumi,” ujar Li Zeng.

“Suhu permukannya diperkirakan mencapai 200-500 derajat celsius. Permukaan mereka mungkin diselimuti atmosfer yang didominasi uap, dengan lapisan cair di bawahnya.

“Bergerak lebih dalam, kita akan menemukan air yang berubah menjadi es bertekanan tinggi, sebelum mencapai intinya yang kokoh,” paparnya.

Baca juga: NASA Berhasil Ciptakan Titik Terdingin di Seluruh Alam Semesta

Beberapa studi sebelumnya telah menemukan bahwa sekitar empat ribu eksoplanet terbagi ke dalam dua ukuran: mereka yang 1,5 kali radius Bumi, dan yang 2,5 kali lebih besar dari planet kita.

Penelitian terbaru ini mencoba menyelidiki bagaimana struktur dalam planet-planet tersebut. Hasilnya menunjukkan bahwa planet yang lebih kecil cenderung berbatu, sementara yang besar dipenuhi air.   

Para ilmuwan berharap dapat menemukan banyak planet seperti itu dalam beberapa tahun ke depan. Pencarian eksoplanet ini akan menjadi misi TESS NASA dan teleskop luar angkasa James Webb yang diluncurkan pada 2021 untuk menganalisis atmosfernya.