Ilmuwan Temukan Cara Membuat Mineral Untuk Mengatasi Perubahan Iklim

By Mar'atus Syarifah, Rabu, 22 Agustus 2018 | 12:00 WIB
Ilustrasi penelitian (Difa Restiasari)

Nationalgeographic.co.id - Para ilmuwan telah menemukan cara untuk membuat mineral yang kuat untuk menghadapi perubahan iklim. Mineral tersebut merupakan magnesit yang diketahui dapat menarik karbon dioksida dari atmosfer dan menyimpannya.

Penemuan ini diyakini sebagai langkah maju yang besar dalam mengatasi perubahan iklim. Jumlah karbon dioksida di atmosfer saat ini telah mencapai rekor tertingginya. Jadi, melalui magnesit, maka jejak karbon tersebut diyakini dapat dikurangi.

Satu metrik ton magnesit alami dapat menyerap sekitar setengah ton karbon dioksida dari atmosfer. Namun, disamping kemampuannya yang mengesankan, proses pembentukan magnesit masih membutuhkan beberapa generasi untuk menyelesaikannya.

Baca Juga: Empat Hal yang Dilakukan Para Psikolog Agar Merasa Bahagia Setiap Hari

"Pekerjaan kami menunjukkan dua hal. Pertama, kami telah menjelaskan bagaimana dan seberapa cepat magnesit terbentuk secara alami. Ini adalah proses yang memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun di permukaan bumi. Kedua, yang kami lakukan adalah menunjukkan jalur yang mempercepat proses ini," kata Ian Power, pemimpin proyek sekaligus profesor dari Trent University, Kanada.

Agar magnesit mampu membuat dampak yang signifikan terhadap perubahan iklim, maka diperlukan volume mineral yang jauh lebih besar daripada yang tersedia secara alami. Untuk memprecepat pembuatan magnesit diperlukan mikrosfer polystyrene sebagai katalis. Dengan cara tersebut, magnesit dapat dihasilkan dalam waktu sekitar 72 hari.

"Menggunakan mikrosfer berarti kita dapat mempercepat pembentukan magnesit berdasarkan urutan besarannya. Proses ini terjadi pada suhu kamar, yang berarti produksi magnesit sangat hemat energi,” lanjut Power.

Baca Juga: Bukan Hanya Obat Terlarang, Makanan Juga Bisa Membuat Kecanduan

Upaya tersebut juga diakui oleh Prefesor Peter Kemelen, dari Columbia University yang tidak terlibat dalam penelitian. Menurutnya, mempercepat proses pembentukan magnesit sangatlah penting. Dengan dibentuknya magnesit maka berpotensi untuk menawarkan rute yang jinak dan relatif murah untuk penyimpanan karbon. Bahkan, menurutnya upaya tersebut diprediksi dapat menghilangkan CO2 secara langsung dari udara.

Teknologi untuk menangkap dan penyimpanan karbon merupakan prioritas besar bagi banyak negara. Namun, masih ada ilmuwan yang mengatakan bahwa prosedur siap industri untuk melaksanakannya masih belum ada.

Dilaporkan juga oleh Popular Mechanics, ada pihak yang mengatakan bahwa upaya tersebut masih diperlukan penelitian lebih lanjut sebelum benar-benar menarik karbon dioksida dari atmosfer. Mereka melihat bahwa upaya tersebut dapat sangat mempengaruhi pola cuaca secara global.