Peluru Nyasar di Gedung DPR, Bagaimana Mekanisme Keluarnya Peluru dari Senjata Api?

By Loretta Novelia Putri, Rabu, 17 Oktober 2018 | 16:52 WIB
ilustrasi peluru dan pistol (Bytmonas/Getty Images/iStockphoto)

Nationalgeographic.co.id - Indonesia tengah digegerkan oleh temuan peluru di beberapa ruang kerja anggota DPR, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta. Dikutip dari Kompas.com pada Rabu (17/10/2018), peluru ini berasal dari lapangan tembak Perbakin yang terletak tidak jauh dari lokasi.

Sejumlah pihak pun meminta agar rekonstruksi dilakukan untuk mengetahui apakah benar bahwa peluru dengan senja api kecil dapat melesat hingga ruang kerja DPR. Namun terlepas dari itu, apakah Anda tahu bagaimana sebuah peluru dapat terlontar dengan cepat dan jauh dari senjata api?

Baca Juga : Kepala Manusia Sebagai Mas Kawin dan Tradisi Penggal Kepada Suku Naulu

Mata peluru atau anak peluru adalah proyektil padat yang ditembakkan dari senjata api atau selongsong peluru, yang terbuat dari logam atau timbal. Senjata api sendiri merupakan wadah bagi proyektil peluru, propelan (bubuk mesiu), dan primer (amunisi).

Bubuk mesiu sendiri memiliki fungsi sebagai pencetus ledakan yang mendorong dan melontarkan mata peluru keluar dari proyektil peluru dengan energi kinetic. Teknologi ini baru dikenal pada panggunaan amunisi senjata api modern.

Walaupun peluru identik dengan bahan dasar logam, tetapi ada juga peluru yang disebut dengan peluru karet. Peluru karet merupakan proyektil yang terbuat dari karet atau dilapisi oleh karet, yang ditembakkan dari senjata api.

Peluru karet tetap bisa menyebabkan kematian, karena peluru karet bisa menembus kulit manusia. Apalagi, bila digunakan pada jarak yang dekat atau terkena bagian vital seperti kepala.

Baca Juga : Mengapa 1 Jam Terdiri dari 60 Menit? Sejarah Ini Mungkin Jawabannya

Apapun jenis peluru yang digunakan, cara kerja senjata api melontarkan mata peluru pun tidak berbeda, Berikut ini adalah runutan proses terlontarnya peluru.

  1. Selongsong peluru yang bersifat kedap udara akan mengunci ruang pembakaran amunisi dari segala arah—kecuali pada bagian bawah selongsong tersebut.
  2. Ketika pelatuk senapan ditarik, pin pemicu tembakan akan memukul amunisi dan memicunya.
  3. Percikan api akan terjadi akibat pukulan pin pada amunisi dan akan membakar gas pada bubuk mesiu.
  4. Gas yang terbakar dari bubuk mesiu kemudian mendorong proyektil peluru lepas dari selongsongnya.
  5. Setelah peluru terlepas, tekanan pada selongsong akan hilang menjadikan selongsong tersebut terlontar keluar dari ruang pembakaran dan berpisah dari proyktil.