Aki Dicuri, Alat Perekam Getaran Gunung Anak Krakatau Terganggu

By Gregorius Bhisma Adinaya, Kamis, 18 Oktober 2018 | 16:28 WIB
Gunung Anak Krakatau saat erupsi. (Byelikova_Oksana/Getty Images/iStockphoto)

Nationalgeographic.co.id - Informasi mengenai rusaknya alat pemantau tsunami saat gempa dan tsunami Palu terjadi masih hangat diperbincangkan. Belum lama berselang, kabar serupa pun terdengar. Kali ini terjadi di Pos Pemantauan Gunung Krakatau di Kalianda.

"Iya dicuri mungkin, kita nggak tahu. Yang hilang cuma aki saja", ungkap Andi Suwardi, Kepala Pos Pemantauan Gunung Krakatau, Dilansir dari Detik, Kamis (18/10/2018).

Ya, aki yang menjadi sumber tenaga bagi seismometer, atau alat pencatat getaran Gunung Anak Krakatau untuk mengirimkan sinyal ini hilang. Tidak hanya itu, kabel di alat tersebut juga dirusak.

Baca Juga : Sejarah Kota Pontianak, Apakah Benar Berhubungan dengan Kuntilanak?

Andi menduga bahwa kejadian ini terjadi Senin (8/10/2018) lalu. Saat itu sinyal dari alat hilang. Sempat diduga bahwa alat tersebut rusak, tetapi setelah dilakukan pemeriksaan, penyebab hal tersebut adalah hilangnya aki.

Tim pos pemantauan pun memperbaiki alat tersebut pada hari Minggu (14/10/2018).

Akibat dari hilangnya aki adalah terganggunya aktivitas pemantauan getaran yang diakibatkan oleh Gunung Anak Krakatau. Pos pemantauan Anak Krakatau di Pasuruan, Serang dan Kalianda, Lampung pun otomatis terganggu.

Menurut Andi, hilangnya aki diakibatkan karena tidak adanya penjagaan. "Lagi begini (waspada) kan kita ngelarang untuk dekat sekitar dua kilometer," terang Andi.

Baca Juga : Dengan Bibir Dower dan Lebar, Wanita Suku Mursi Semakin Cantik