Lempeng Es di Antartika Ternyata Bisa Bernyanyi, Bagaimana Suaranya?

By Loretta Novelia Putri, Jumat, 19 Oktober 2018 | 15:54 WIB
Ilustrasi lempeng es di Antartika. (goinyk/Getty Images/iStockphoto)

Nationalgeographic.co.id - Para peneliti baru saja merekam nyanyian yang bukan berasal dari makhluk hidup, melainkan dari lempeng es Ross di Antartika.

Nyanyian ini sebenarnya adalah dengung seismik pelan yang diakibatkan oleh goresan angin pada permukaan lempeng. Dengung tersebut terlalu pelan untuk didengarkan oleh telinga manusia secara alami sehingga peneliti harus mempercepatnya hingga 1.200 kali agar bisa didengarkan.

Suara yang dikeluarkan dari rekaman tersebut berupa nyanyian lempeng es Ross yang mengerikan dan tampaknya cocok digunakan dalam film horror.

Baca Juga : Empat Tahun Lagi, Bulan Buatan Manusia Akan Mengorbit di Luar Angkasa

Menurut studi yang dipublikasikan pada Geophysical Research Letters, awalnya para peneliti tidak berniat merekam nyanyian lempeng es. Mereka hanya ingin mempelajari keadaan fisik dari lempeng es Ross yang terbesar di dunia (luasnya kira-kira seperti negara Spanyol).

Namun, saat mempelajari data struktur lempeng es dari 2014 hingga 2017, peneliti menemukan fakta bahwa lapisan salju di sana terus menerus bergerak karena tipuan angin.

Baca Juga : Menonton Pertandingan Sepak Bola Bisa Menurunkan Risiko Demensia

Gerakan tersebut menimbulkan bunyi dengan frekuensi sebanyak lima siklus per detik. Variasi kekuatan pada angin dan perubahan temperatur udara pun mengubah-ubah nada nyanyian.

“Ini seperti Anda meniup seruling di lempeng es secara terus menerus,” ucap Chaput.

Video berikut ini merupakan nyanyian dari lempeng es Ross:

Dengan mempelajari vibrasinya, para peneliti berharap bisa mengetahui bagaimana lempeng es merespons pemanasan global.