Tradisi Melempar Bayi dari Ketinggian 25 Meter Sebagai Tanda Syukur

By Nesa Alicia, Senin, 22 Oktober 2018 | 11:29 WIB
Dengan melakukan tradisi ini, warga India percaya bahwa bayinya kan mendapat keberuntungan. (hadynyah/Getty Images/iStockphoto)

 

Nationageographic.co.id - Saat baru dilahirkan, sudah sewajarnya bila bayi dijaga dan dirawat dengan baik. Namun, hal itu tidak berlaku bagi para penduduk desa di India

Selama 500 tahun, penduduk di India bagian barat melakukan tradisi di mana sang bayi akan dilempar dari ketinggian 25 meter atau setinggi 50 kaki sebelum mendarat di sebuah kain putih yang telah direntangkan dan dipegang oleh beberapa orang di bawahnya. 

Mereka percaya dengan melakukan tradisi ini, maka kesehatan dan keberuntungan selalu menyertai sang bayi. 

Baca Juga : Bubu Apung, Perangkap Ikan Ramah Lingkungan dari Sulawesi Utara

Selama tradisi tersebut dilakukan, penduduk desa mengatakan bahwa tidak pernah ada bayi yang terluka.

Para penduduk yang menyaksikan prosesnya sangat gembira melihat bayi-bayi tersebut menangis karena dijatuhkan. 

Tradisi ini memang sudah biasa dilakukan oleh umat Muslim dan Hindu di desa Musti, Distrik Solapur, negara bagian Maharashtra. Juga di beberapa tempat lain di desa-desa kecil saat berlangsung sebuah perayaan khusus.

Bagi para orangtua yang menginginkan bayinya ikut serta dalam acara tersebut, harus mengucap sumpah di hadapan Baba Sheikh Umar Saheb Dargah atau di depan kuil.

Menurut cerita yang beredar, dulu ada seorang pendeta yang memberi nasihat kepada masyarakat. Apabila ingin bayinya sembuh, maka harus membangun tempat suci dan menjatuhkan bayinya dari ketinggian. Warga harus menunjukan bahwa mereka percaya kepada Tuhan.

Mendengar nasihat tersebut, masyarakat mulai melakukan saran dari pendeta dengan melempar bayinya dari puncak tempat ibadah. Sebuah selimut sudah disiapkan di bawah dan setelah sang bayi berhasil ditangkap, sang bayi sembuh. 

Tradisi dilakukan dengan harapan agar sang bayi selalu diberikan kesehatan dan keberuntungan.