Krido Suprayitno, pria kelahiran Purworejo, 29 Desember 1963, ini berhasil menyelamatkan burung langka anis merah (Zoothera citrina), yang
menjadi maskot Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Burung yang populer di komunitas penghuni kicauan ini terancam populasinya karena erupsi Gunung Merapi.
"Kepunahan burung anis merah sangat dipengaruhi oleh erupsi Merapi.
Erupsi merapi adalah gejala alam yang tentunya tidak bisa
dihindari," ujar Krido, Camat Depok, Sleman, di kantornya, Kamis (8/3).
Keterancaman populasi burung anis merah membuat Krido melakukan upaya penangkaran burung anis merah di Kecamatan
Turi. Menurut Krido, bila habitat anis merah tidak dilestarikan burung ini akan punah
dengan sendirinya.
Tak hanya ancaman erupsi, ancaman perburuan liar makin memotivasinya
untuk melestarikan satwa langka tersebut. "Burung anis merah banyak
menjadi incaran warga karena warna, kicauan, dan gerakannya yang
indah," paparnya.
Pada tahun 2004, Krido pun mengajak masyarakat untuk melakukan
penangkaran khusus. Alhasil, dalam waktu enam hingga delapan bulan per
tahun dihasilkan 5000 ekor. Hingga sekarang populasinya mencapai
7000 ekor. Sebagai perbandingan, jumlah ini masih sangat kurang bila dibandingkan dengan populasi di tahun 2004 yang mencapai 15.000 ekor.
Tak hanya menyelamatkan satwa langka, ia
juga mengajak warganya untuk melakukan konservasi tanaman salak. Hingga
akhirnya, salak ini bisa memberikan penghasilan tambahan warga dengan
pengolahan produk salak yang bervariatif. "Salak dan produknya telah menjadi ikon kuliner di Sleman, dan saat ini
kami tengah mengajukan HAKI agar tidak mudah ditiru negara
lain," kata Krido lagi.
Semangat untuk menjaga keanekaragaman hayati juga ia wujudkan dengan
pelestarian plasma nutfah untuk jambu mete dan jambu
dalhari. Ia pun turut melakukan konservasi spesies arwana serta bidudaya
ikan hias cupang, dan udang galah.
Dengan segala prestasi ini, tak salah jika kemudian Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (Kehati) memberikan penghargaan berupa KEHATI Award 2012 dalam kategori Pendorong Lestari Kehati. Kategori ini diberikan pada dinas atau instansi pemerintah yang berjasa dalam pelestarian keanekaragaman hayati.
Penghargaan ini diberikan pada 29 Februari 2012 lalu di Gedung Usmar Ismail, Jakarta. Selain menerima penghargaan berupa trophy, Krido juga berhak mengantongi hadiah uang sebesar Rp25 juta.
Penulis | : | |
Editor | : | Bambang Priyo Jatmiko |
KOMENTAR