Romantisme Kepulauan Seribu dalam Bingkai Foto Pranikah

By Gregorius Bhisma Adinaya, Sabtu, 15 Desember 2018 | 09:00 WIB
Foto pra nikah denga lokasi pantai. (phasinphoto/Getty Images/iStockphoto)

Nationalgeographic.co.id - Seorang teman pernah bertanya mengenai lokasi yang sesuai untuk foto pranikah mereka. Saya pun menyarankan Kepulauan Seribu sebagai jawaban dari pertanyaan mereka.

Tanpa pikir panjang, dia mengeluarkan ponsel pintarnya dan melakukan pencarian informasi terkait calon destinasi di utara Jakarta ini. Tanpa diduga, laki-laki yang bekerja pada sebuah perusahaan media ini pun setuju dengan saran ini.

Rasanya hampir semua orang yang pernah berkunjung ke Kepulauan Seribu akan setuju bahwa pulau-pulau yang ada di sana memiliki romantisme tersendiri. Matahari terbit dan Matahari terbenam dapat dinikmati di sana tanpa terhalang oleh beton-beton raksasa. Bahkan kita bisa menjemput dan mengantarkan sang surya pada batas horizon.

Baca Juga : Tenda dan Homestay, Berlibur ala Backpacker di Tanjung Lesung

Menjelang musim liburan, kabupaten administrasi di DKI Jakarta ini ramai didatangi oleh banyak orang yang hendak melakukan sesi foto pranikah. Biasanya mereka hanya menghabiskan satu hari di sana.

Memang bagi sebagian pulau akan ada petugas yang mengenakan biaya untuk sesi pemotretan ini, tetapi banyak juga yang tidak mengenakan biaya apapun.

Pulau Bulat, Pulau Dolphin, Pulau Bira, dan beberapa pulau lain menjadi target utama para pasangan yang akan menikah ini. Pantai yang berwarna cerah, landai, posisi Matahari terbit dan tenggelam, dan kemudahan akses menjadi alasan utama beberapa pulau di sana menjadi destinasi favorit.

Apa saja yang harus diperhatikan

Layaknya berkunjung ke tempat lainnya, singgah di Kepulauan Seribu tentu juga membutuhkan beberapa perhatian dan persiapan tersendiri. Apalagi jika Anda datang untuk melakukan sesi pemotretan pranikah. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu menjadi pertimbangan Anda sebelum berangkat.

1. Tentukan tanggal

Seindah apapun pulau yang hendak Anda datangi, tentunya masih menggunakan moda transportasi laut. Oleh karena itu keadaan gelombang laut harus menjadi hal yang diperhitungkan dengan baik.

Caranya tidaklah sulit. Gelombang laut biasanya mengikuti keadaan cuaca yang terjadi di wilayah terkait. Hindari bulan-bulan yang menjadi musim hujan dengan curah tinggi, seperti November hingga Januari.