Ilmuwan Temukan 229 Spesies Baru Sepanjang 2018, Ini yang Terfavorit

By Gita Laras Widyaningrum, Kamis, 20 Desember 2018 | 10:51 WIB
Kuda laut 'babi Jepang', salah satu spesies baru yang ditemukan pada 2018. (Richard Smith via IFLScience)

Nationalgeographic.co.id - Para ilmuwan dari California Academy of Sciences, bersama dengan kolaboratornya, telah menemukan 229 spesies tanaman dan hewan baru di tahun ini. Daftarnya meliputi satu jenis katak baru, kuda laut, dua tardigrada, tiga hiu, empat belut, tujuh laba-laba, 19 tipe ikan, 28 semut, 34 siput laut, dan 120 tawon. Dari sisi tumbuhan, ada tujuh tanaman berbunga baru, dan dua jenis lumut.

Di antara lebih dari 200 spesies baru tersebut, ini yang paling menarik dan menjadi favorit peneliti:

Tawon Amazon

Callistoga crassicaudata. (Kari Kaunisto/Biodiversity Unit of the University of Turku)

Spesies terbaru yang cukup mengejutkan peneliti di 2018 adalah Callistoga crassicaudata. Tawon asal Amazon ini terkenal karena siklus hidup yang mengerikan.

Tawon betina biasanya menyuntikkan racun ke laba-laba untuk membuat mereka lumpuh. Ia kemudian menyeret arachnida malang tersebut ke sarangnya dan meletakkan telur di atasnya. Saat bayi-bayi tawon lahir, mereka memiliki laba-laba yang masih hidup, tapi tak berkutik, untuk segera dilahap.

Baca Juga : Mengapa Koloni 1,5 Juta Penguin Ini Tidak Terdeteksi Selama Ribuan Tahun?

Kuda laut 'babi Jepang'

Japan pig yang memiliki tubuh berwarna-warni. (Richard Smith/National Geographic)

Selain tawon, salah satu spesies baru yang menarik adalah kuda laut 'babi Jepang' atau Japan pig seahorse. Tubuhnya hanya seukuran jelly bean. Warnanya yang aneh sangat cocok untuk menyatu dengan terumbu karang yang tertutup rumput laut di tenggara Jepang, tempat kuda laut ini tinggal.

Sama seperti kuda laut pygmy lainnya, spesies baru ini memiliki tonjolan seperti sayap di lehernya. Namun, ia hanya memiliki satu pasang dan para ilmuwan belum memahami dengan pasti fungsinya.

Ular karang

Ilustrasi ular karang berekor oranye. (E.F. Jones and The Herpetologists' League)

Para peneliti juga menemukan ular karang terbaru dari sebuah pulau di Filipina. Ia berwarna hitam-putih, dan kemungkinan memiliki hubungan dengan spesies serupa di wilayah tersebut.

Namun, berbeda dengan spesies lain yang memiliki ekor berwarna biru, ular ini punya buntut dengan warna oranye yang khas.

Miconia rheophytica

Miconia rheophytica. (Saúl E. Hoyos-Gómez)

Di antara jenis tumbuhan terbaru, Miconia rheophytica memiliki catatan khusus. Ia hidup di celah-celah lembah curam di Andes Kolombia–di dekat sungai yang bergerak cepat.

Meski baru ditemukan, tapi spesies tumbuhan ini sudah terancam punah. Pasalnya, bendungan hidroelektrik akan membanjiri satu-satunya wilayah di mana ia berada.

Baca Juga : Populasi Hiu Menurun Drastis Hingga 92% Dalam Beberapa Dekade

Merangkum penemuan-penemuan spesies selama 2018, Dr Shannon Bennet, Kepala California Academy of Sciences, menyatakan bahwa para peneliti telah bekerja keras untuk mengeksplorasi dunia demi menemukan mereka.

"Kami tanpa lelah menyusuri Bumi, mulai dari dekat hingga yang terjauh. Dari kebun di belakang rumah, lokasi pedalaman, hingga 500 kaki di bawah permukaan laut," katanya.

"Setiap spesies terbaru mungkin memegang kunci inovasi di bidang sains, teknologi, maupun sosial. Mereka juga membantu kita lebih memahami keragaman dalam kehidupan hingga terbentuk ekosistem yang saling mendukung.

Penemuan terbaru ini pun menyoroti peran penting manusia untuk menjaga planet kita dan seisi kehidupannya yang berharga," pungkas Bennet.