Sssttt, Ternyata Berlian Kini Jadi Alternatif Buat Kremasi Jenazah

By Nathania Kinanti, Senin, 1 April 2019 | 15:11 WIB
Salah satu batu berlian yang dihasilkan dari mayat manusia atau hewan oleh Algordanza. (Algordanza/ via Science Alert)

Nationalgeographic.co.id - Setelah seseorang meninggal, ada yang langsung dikuburkan, ada juga yang melakukan penguburan dengan tradisi seperti Batu Lemo di Toraja atau Ngaben di Bali.

Namun kini, ketika ada yang melakukan kremasi, alih-alih menebarkan atau menaruh abu-nya di suatu tempat, beberapa orang yang melakukan sesuatu yang berbeda. Mereka mengubah abu kremasi tersebut menjadi batu berlian.

Hal ini bisa terjadi karena dalam tubuh manusia terdapat kandungan karbon yang melimpah, sementara itu berlian terbuat dari karbon yang sudah dikristalisasi. Saat ini setidaknya terdapat lima perusahaan yang menawarkan jasa pembuatan "memorial diamonds" tersebut.

Baca Juga : Foto-foto Aksi Earth Hour, dari Nonton Debat Pilpres Hingga Tarian Api

Salah satunya adalah Algordanza yang berpusat di Swiss, dia melayani "memorial diamonds" di 33 negara dan Indonesia termasuk salah satunya. Pada 2016 mereka telah melayani hampir seribu memorial diamonds.

"Ini memungkinkan seseorang untuk menjaga orang yang mereka cintai agar bisa bersama mereka selamanya" ucap Christina Martoia, juru bicara dari Algordanza Amerika.

Proses pembuatan berlian ini diawali dengan kremasi mayat manusia yang menghasilkan 2,2 kg sampai 4,5 kg abu yang mengandung karbon. Abu tersebut lalu diserahkan kepada teknisi untuk diperiksa kedalam oven khusus guna memeriksa apakah kandungan karbon yang dibutuhkan sudah cukup.

Jika ternyata belum cukup, maka jumlah karbon dapat ditambahkan melalui karbon dari rambut orang tersebut. Setelah cukup, abu tadi diektraksi dan dimurnikan dari kontaminan seperti garam. Algordanza menggunakan bahan kimia bersifat asam untuk menghilangkan kotoran.

Pembersihan tersebut dilakukan supaya tingkat kemurnian karbon abu yang diproses meningkat hingga 99 persen atau lebih. Ketika terdapat sisa satu atau beberapa persen, maka sisanya itu berisi kandungan kotor seperti boron yang memberikan warna biru yang langka dalam berlian.

Semakin banyak boron, maka warna biru yang dihasilkan akan semakin gelap. Boron sebenarnya adalah unsur yang membantu manusia dan hewan dalam menumbuhkan tulang, menyembuhkan luka, dan mengatur sistem kekebalan tubuh.

Setelah itu abu kremasi ini masih akan melewati beberapa proses pemurnian lebih lanjut. Waktu pembuatannya juga bergantung pada keinginan pelanggan mengenai seberapa besar ukuran berlian yang mereka inginkan.

Baca Juga : Ajakan Hidup Sehat dengan 'Kartu Menuju Surga'