Hujan Buatan untuk Atasi Pencemaran Udara Jakarta, Bagaimana Metodenya?

By National Geographic Indonesia, Jumat, 5 Juli 2019 | 10:12 WIB
Ilustrasi hujan. (Sasiistock/Getty Images/iStockphoto)

Nationalgeographic.co.id - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) akan menerapkan hujan buatan untuk mengatasi pencemaran udara di Jakarta. Penerapan ini akan menjadi yang pertama kalinya di Indonesia. 

“Teknologi Modifikasi Cuaca untuk mengatasi pencemaran udara yang disebabkan kegiatan perekonomian baru pertama kali dilaksanakan,” ungkap Kepala BPPT Hammam Riza di Jakarta, Kamis (4/7/2019).

Dia melanjutkan, gubernur DKI Jakarta sudah beri  lampu hijau dan meminta agar TMC dilaksanakan paling cepat setelah tanggal 10 Juli dan paling lambat sebelum periode anak sekolah masuk pasca libur.

Baca Juga: Munculnya Kecoak Super: Berkembang dengan Cepat dan Semakin Susah Mati

Tri Handoko Seto, Kepala BBTMC berkata bahwa teknologi modifikasi cuaca antisipasi pencemaran udara di perkotaan ini berbeda dengan operasi modifikasi cuaca untuk penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.

Beberapa negara, seperti Thailand, China, Korea Selatan, dan India, sudah menerapkan TMC untuk mengatasi pencemaran udara di perkotaan.

”Pada 2015, Thailand telah berhasil melakukan uji coba untuk mengendalikan pencemaran udara di Kota Bangkok dengan menggunakan metode cloud seeding dan menghilangkan lapisan inversi,” kata Seto.

Demikian pula India yang berupaya mengatasi polusi di kota New Delhi dengan menyebarkan bahan kimia dari pesawat yang membuat hujan buatan.

Sementara itu, Korea Selatan bekerja sama dengan China untuk menurunkan hujan di atas  Laut Kuning yang membelah kedua negara tersebut untuk mengurangi polusi udara Seoul.

“Negara-negara tersebut berjuang mengatasi polusi udara dengan cara mengendalikan cuaca itu sendiri,” ujar Seto. 

Di Indonesia, kata Seto, pihaknya akan menawarkan tiga skenario teknologi modifikasi cuaca untuk antisipasi pencemaran udara.

Pertama, penyemaian awan dengan garam NaCL akan dilakukan saat ada awan potensial agar hujan terjadi di wilayah Jakarta sehingga polutan yang ada di atmosfer Jakarta dan upwind bisa tersapu dan jatuh bersama dengan air hujan.