Menari Sambil Mabuk, Tradisi Piknik Musim Dingin Warga India

By Gita Laras Widyaningrum, Kamis, 12 September 2019 | 13:28 WIB
Saat piknik, warga India akan bermain dan menari hingga kelelahan. (Arko Datto)

Piknik yang dilakukan selama berbulan-bulan bisa mengurangi kualitas sungai. (Arko Datto)

Di lokasi piknik di sungai Gangga, dekat dengan pabrik batu bata, beberapa warga menutupi tubuh mereka dengan lumpur. Di salah satu foto, tubuh para pria terlihat dilumuri lumpur sungai yang keruh dari ujung kepala sampai kaki.  

Setelah berjam-jam membiarkan lumpur itu mengering dan mengeras di kulit mereka, para pria lalu segera mengelupasnya.

“Itu dimaksudkan sebagai terapi, tapi sayangnya, lumpur itu sebenarnya tercemar,” kata Datto.

Beberapa pria melumuri tubuhnya dengan lumpur sungai yang tercemar. (Arko Datto)

Berendam di dalam lumpur memang merupakan salah satu bentuk terapi yang sudah dilakukan di beberapa negara. Namun, ketika lumpur yang digunakan tercemar, jenis terapi ini lebih memberikan bahaya, dibanding manfaat.

Faktanya, Gangga juga menjadi salah satu sungai beracun di dunia. Kontaminasi bertahun-tahun dari kotoran manusia dan limbah industri, menyisakan air sungai yang penuh bakteri berbahaya, dan karsinogen.

Baca Juga: Ma’Nene Toraja, Ritual Mayat Ratusan Tahun Berganti Pakaian

Datto tidak bermaksud menggambarkan piknik sebagai kegiatan yang baik atau buruk. Ia hanya ingin menunjukkan apa adanya.

Tradisi piknik musim dingin ini diselenggarakan dalam berbagai bentuk, dan Datto berharap, dapat menangkap keragaman perilaku warga India di sana. Misalnya, foto para pria yang berkelahi, keluarga yang menghabiskan waktu bersama, serta anak-anak yang bermain di luar ruangan.

Secara keseluruhan, bagi Datto, tradisi piknik ini merupakan potret kekacauan yang menakjubkan.