Peneliti: Hutan Amazon Sedang Mengalami 'Kerusakan Fungsional'

By Gita Laras Widyaningrum, Kamis, 26 Desember 2019 | 14:24 WIB
Kebakaran di hutan Amazon. (Brazil Photos/Getty Images)

Nationalgeographic.co.id - Menurut sebuah studi terbaru, Amazon yang merupakan hutan hujan terbesar di dunia kini sedang mencapai 'titik kritis'. 

"Meskipun 2019 bukan tahun terburuk bagi Amazon, tapi itu menjadi masa di mana tingkat kebakaran dan penggundulan hutan di kawasan tersebut mendapat perhatian global sepenuhnya," tulis para peneliti dalam laporan yang dipublikasikan pada Science Advances

"Hutan Amazon yang berharga sedang berada di tepi kerusakan fungsional. Begitu pula nasib kita," imbuh mereka. 

Baca Juga: Lapisan Es Semakin Hilang, 61 Beruang Kutub Mencari Makan Hingga ke Desa

Laporan ini berfokus pada dua studi dari Thomas Lovejoy, profesor di Department of Enviromental Science and Policy, George Mason University, serta Carlos Nobre, peneliti senior dari Institute for Advanced Studies, University São Paulo, Brasil. Mereka menulis bahwa hutan Amazon sedang terancam akibat penebangan hutan, yang lalu diperparah dengan perubahan iklim akibat ulah manusia. 

Diketahui bahwa Amazon memainkan peran penting pada siklus hidrologi Bumi. Jika lahannya gundul, maka setengah dari air hujan akan hilang begitu saja dan tidak dapat 'didaur ulang' untuk digunakan kemudian hari. 

Titik api di hutan Amazon. (NASA)

"Para peneliti memprediksi bahwa deforestasi akan memicu berkembangnya sabana di timur dan selatan Amazon. Sebab, zona tersebut secara alami memiliki curah hujan yang rendah," kata peneliti.

Dengan kata lain, kerusakan hutan hujan yang sudah ada sekarang akan menyebabkan hilangnya keanekaragaman hayati, karbon, dan, pada gilirannya, kesejahteraan manusia.

Baca Juga: Pinus Heldreich, Pohon Tertua di Pedalaman Eropa Berusia 1230 Tahun

Deforestasi di hutan Amazon pada November 2019 meningkat hampir 104%, dibandingkan 2018. Tingkat kebakaran pada bulan Agustus tahun ini kiha tiga kali lebih tinggi daripada tahun 2018--dan itu merupakan yang tertinggi sejak 2010.

Informasi tersebut berasal dari data yang telah dikumpulkan oleh National Institute for SpaceResearch (INPE) Brasil yang dirilis pada bulan lalu. Antara Agustus 2018 hingga Juli 2019, INPE memperkirakan sekitar 9.762 kilometer persegi hutan hujan di Amazon telah rusak. 

Studi yang dipublikasikan minggu ini dalam jurnal Ecology, menambah bukti laporan tersebut. Hasilnya menunjukkan bahwa pertumbuhan hutan Amazon setelah deforestasi, jauh lebih lambat dari yang diperkirakan sebelumnya.