Layanan Puskemas Keliling Jadi Harapan Baru Bagi Warga Pesisir di Sorong

By Yussy Maulia, Rabu, 2 Desember 2020 | 12:27 WIB
Puskesmas keliling (Pusling) di perairan Distrik Seget. ()

Nationalgeographic.co.id – Waktu baru menunjukkan pukul 10.00 Wita di Papua bagian Barat. Siang belum menjelang, tetapi teriknya matahari sudah terasa menyengat.

Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat tiga orang petugas kesehatan Puskesmas Keliling (Pusling) Khusus Perairan Kabupaten Sorong.

Ketiga petugas kesehatan tersebut sudah mengarungi lautan dengan perahu berkelir biru menuju Desa Mobi di Distrik Seget, Kabupaten Sorong. Tak lama perahu merapat di dermaga kecil.

Ketiga petugas dengan sigap melompat dari perahu dan bergegas menuju Balai Desa Moibi. Di sana, warga desa yang ingin memeriksakan kesehatannya sudah menunggu. Mereka berbaris sambil memegang nomor antrean.

Seketika senyum sumringah merekah ketika mereka melihat ketiga petugas Pusling tersebut. Rubeka Fairio (37) adalah satu dari puluhan warga yang mengantre di balai desa untuk berobat.

Baca Juga: Pelesir Sesaat di Kota Sorong

Sudah beberapa hari Rubeka tidak dapat beraktivitas karena sakit. Tubuhnya terasa lunglai sehingga ia tidak sanggup membantu suaminya memanen ubi di ladang. Padahal, suaminya kekurangan tenaga untuk memanen semua ubi yang ditanam sebelum Desember tiba.

Sehari-hari Rubeka hanya dapat beraktivitas di rumah. Ia memaksakan tubuhnya bergerak untuk mengasuh anak bungsunya yang berusia kurang lebih setahun, menemani dua anaknya yang lain belajar daring, hingga memasak.

Tak lama mengantre, nama Rubeka pun dipanggil. Ia diperiksa dan diberikan obat. Meski penyakitnya belum sembuh, rasa puas terpancar di wajahnya ketika berjalan keluar dari ruang pemeriksaan.

“Saya mengandalkan Pusling ini untuk berobat. Suami saya sakit (setelah) kerja di kebun, anak saya sakit kakinya (akibat) main bola, berobat di sini,” ujar Rubeka.

Baca Juga: Memahami Wisata Minat Khusus yang Menyasar Pejalan-pejalan Berkualitas

Berobat di Pusling, Rubeka tidak pernah membayar sepeser pun. Semua layanan kesehatan diberikan secara gratis. Kehadirannya di balai desa pun tak pernah alpa. Petugas kesehatan datang secara terjadwal dan layanan kesehatan yang diberikan pun berkualitas.