Penemuan Mumi Lumpur Langka dari Mesir Kuno Kejutkan Para Arkeolog

By Utomo Priyambodo, Kamis, 4 Februari 2021 | 16:45 WIB
Mumi lumpur dari Mesir kuno yang mengejutkan para peneliti. ()

Meski mumi lumpur itu bukanlah sosok yang bernama Meruah, petunjuk anatomi mengisyaratkan bahwa mumi tersebut adalah seorang wanita yang meninggal antara usia 26 dan 35 tahun, ungkap para peneliti.

Para peneliti mendapat firasat pertama kali bahwa mumi berusia 3.400 tahun itu tidak biasa pada tahun 1999. Hasil pemindaian CT (computed tomography) terhadap mumi tersebut pada tahun itu mengungkap sesuatu yang aneh di dalamnya. Untuk menyelidiki lebih lanjut, peneliti mengekstraksi beberapa sampel selubung mumi tersebut dan menemukan bahwa selubung itu mengandung campuran lumpur berpasir.

Hasil pemindaian CT terhadap mumi lumpur kuno. ()

Ketika tim peneliti baru memindai ulang mumi tersebut pada tahun 2017, mereka menemukan detail yang sebelumnya tidak diketahui tentang cangkang lumpur, terutama ketika mereka memeriksa ulang secara kimiawi fragmen lumpur tersebut.

Para peneliti menduga, wanita yang kemudian jadi “mumi lumpur” itu sebelumnya dimumikan dan dibungkus dengan kain linen. Namun bagian lutut kiri dan kaki bagian bawah mumi itu dirusak dalam "sebab yang tidak diketahui," kemungkinan oleh perampok makam. Kerusakan ini kemudian mendorong seseorang untuk memperbaiki mumi tersebut. Kemungkinan, perbaikan tersebut dilakukan di masa satu hingga dua generasi setelah masa penguburan pertamanya.

Baca Juga: Mumi Berlidah Emas Ditemukan di Situs Mesir Kuno, Usianya 2.000 Tahun

Yang unik, orang yang memperbaiki mumi tersebut mengemas ulang kain linen yang membungkus mumi tersebut dengan menambahkan adonan lumpur. Mumi tersebut jadi seperti sandwich tanah yang kompleks, ada adonan lumpur, pasir, dan jerami di antara lapisan-lapisan kain linen yang membungkus tubuhnya.

"Mumi lumpur" ini bukanlah satu-satunya mumi Mesir kuno yang mayatnya pernah diperbaiki. Jenazah Raja Seti I dibungkus dengan kain linen lebih dari satu kali, begitu pula sisa-sisa Raja Amenhotep III (kakek Raja Tut), tulis para peneliti dalam laporan mereka.

Namun demikian, cangkang lumpur pada tubuh mumi wanita itu “adalah penemuan yang benar-benar baru dalam mumifikasi Mesir," kata Sowada. "Studi ini membantu dalam membangun gambaran yang lebih besar—dan lebih bernuansa—tentang bagaimana orang-orang Mesir kuno memperlakukan dan mempersiapkan penguburan jenazah mereka."