Petaka dari Dasar Bumi dan Luap Laut Jakarta. Apakah Kita Siap?

By Mahandis Yoanata Thamrin, Senin, 12 April 2021 | 07:00 WIB
Sekitar 200 meter dari bibir pantai, warga di Gang Lima, Muara Baru, Jakarta Utara, membuka alas kaki karena jalan tergenang banjir rob. Permukaan air laut Teluk Jakarta naik sekitar 0,5 sentimeter. Namun, tenggelamnya kota ini dipercepat dan diperparah dengan turunnya permukaan tanah rata-rata 10 sentimeter dalam setahunnya. (Yunaidi/National Geographic Indonesia)

 

Nationalgeographic.co.id—Salah satu metropolitan terpadat di dunia ini terancam kemalangan nan sempurna: meluapnya lautan dan amblasnya daratan. Tampaknya perubahan perlahan menuju bencana yang akan menghilangkan sebagian kawasan Jakarta ini tidak disadari oleh sebagian besar warganya, meskipun faktanya sudah di depan mata.

Firdaus Ali, pengajar Fakultas Teknik Universitas Indonesia dan pendiri Indonesia Water Institute, mengungkapkan, “Di sini orang belum sadar bencana kalau tidak melihat jatuhnya korban atau robohnya gedung-gedung.”

Jakarta merupakan salah satu kota pesisir di dunia yang rentan tenggelam. Berdasarkan pengamatan Firdaus atas Bumi yang memanas, bahwa setiap tahun permukaan air laut Teluk Jakarta naik sekitar 0,5 sentimeter. Namun, tenggelamnya kota ini dipercepat dan diperparah dengan turunnya permukaan tanah rata-rata 10 sentimeter dalam setahunnya. “Itu hitungannya sudah jelas,” ujarnya bersungguh-sunggguh. “Itu angka yang cukup optimis.”

Tenggelamnya pesisir Jakarta. Daratan yang berada di bawah muka laut rata-rata. PETA: ZULFIQ ARDI NUGROHO, FREDy SUSANTO; KARTOGRAFER: WARSONO; SUMBER: FIRDAUS ALI, INDONESIA WATER INSTITUTE. (National Geographic Indonesia)