Setelah Siklon Serjoja Kemarin Justru Muncul Danau Baru di NTT

By Fikri Muhammad, Senin, 19 April 2021 | 17:37 WIB
Danau baru terbentuk di daerah Tankolo, Kelurahan Sikumana, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, setelah Siklon Tropis Seroja menerjang. (BENNY JAHANG/ANTARA)

Nationalgeographic.co.id—Sebuah danau muncul dengan luas dua hektar di daerah Tankolo, Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang. Setelah siklon serjoja melanda pada empat sampai lima April lalu.

"Danau ini mulai terbentuk saat badai siklon tropis seroja melanda daerah ini," kata seorang warga Kelurahan Sikumana bernama Hendrik Lasa. "Pada Senin pagi - 5 April 2021 - kami melihat air semakin meluas dan menggenangi seluruh lahan pertanian milik petani. Luasa genangan air semakin luas," katanya di Antara.

Sebelum jadi danau, warga menggunakan lahan itu sebagai lahan pertanian palawija. Saat ini seluruh tanaman pertanian seperti jagung, kacang, buncis, dan kelapa yang siap panen tenggelam dalam danau yang baru terbentuk itu.

Hendirk yang tinggal selama puluhan tahun merasa bahwa belum pernah terjadi kejadian seperti ini. "Kejadian ini baru pertama kali terjadi sehingga kami sangat khawatir akan munculnya bencana baru karena ketinggian air terus bertambah," katanya.

Baca Juga: Melon Dipijat dan Dinyanyikan Itu Subur Di Tangan Petani Malaysia

 

Tinggi air terus bertambah seiring mata air yang bermunculan di daerah itu semakin banyak jumlahnya. 

"Ada belasan sumber mata air baru yang muncul di sekitar danau ini sehingga ketinggian air terus bertambah," kata Hendrik. 

Selain itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Provinsi Nusa Tenggara Timur telah menurunkan tim peneliti untuk menyelidiki danau yang baru terbentuk itu. 

 

"Kami akan mencaru tahu bagaimana proses danau itu terjadi," kata Sonny J Tella, Kepala Bidang Pembangunan Sumber Daya Air dan Irigasi Dinas PUPR NTT. "Termasuk menelusuri darimana saja sumber air yang masuk ke dalam danau ini sehingga membentuk danau yang memiliki bentangan yang luas ini," dilansir Antara

Menurutnya, penelitian juga ditujukan untuk mencari tahu tentang sumber peningkatan volume air. "Penambahan ketinggian air bisa disebabkan adanya suplai air yang banyak dari sumber mata air yang bermunculan di sekitar lokasi danau," katanya. 

Selama pekan ini tim peneliti akan terus memantau kondisi danay yang baru itu. Sonny mengatakan dia belum dapat dipastikan apakah danau itu akan menjadi permanen atau tidak karena butuh penelitian yang lebih mendalam.