Gunung Es Seluas Pulau Bali dan Seberat 1 Triliun Ton Mencair Hilang

By Utomo Priyambodo, Jumat, 23 April 2021 | 21:30 WIB
Gunung es A68 yang lepas dari Antartika. (IMAGE COPYRIGHTCPL PHIL DYE RAF/CROWN COPYRIGHT)

Gunung es A68 bukan hanya objek keajaiban, tentu saja. Ia merupakan sasaran dari beberapa penyelidikan ilmiah yang serius.

Kisah hidup A68 hampir pasti akan memberi tahu para peneliti sesuatu tentang bagaimana beting es terbentuk dan bagaimana mereka pecah untuk menghasilkan gunung es. Beting es Larsen C, tempat asal gunung es A68, adalah platform es terapung yang sangat besar, terbentuk oleh penggabungan lidah-lidah gletser yang meluncur dari daratan ke laut.

Yang lebih menarik lagi, pecah dan hancurnya gunung es A68 ini menunjukkan bahwa gunung-gunung es di Antatika ternyata lebih rentan untuk hilang lebih cepat daripada perkiraan para ilmuwan. Sebelumnya, sejak awal 2017, para peneliti dari MIDAS Project, proyek untuk meneliti dampak pemanasan global terhadap beting es Larsen C di Antartika Barat, telah memprediksi bahwa gunung es A68 akan lepas dari Antartika sebab sudah ada tanda-tanda keretakan padanya akibat pemanasan dalam lapisan es tersebut. Mereka juga memprediksi bahwa gunung es itu kemudian akan hancur dan hilang tak bersisa dalam beberapa dekade mendatang.

Namun, ternyata, gunung es A68 itu lepas lebih cepat dan kemudian juga lenyap tak bersisa lebih cepat dari prediksi waktu para peneliti. Martin O’Leary, glasiologis dari Swansea University yang juga anggota tim MIDAS Project, mengatakan "hal ini menunjukkan lapisan-lapisan es (di dunia) kini berada dalam posisi yang sangat rentan.”

Baca Juga: Ratusan Tulang Manusia Ditemukan di Danau Himalaya, Milik Siapa?