Bagaimana Cara Tradisi Pembuatan Mumi Suku Anga di Papua Nugini?

By National Geographic Indonesia, Rabu, 5 Mei 2021 | 10:00 WIB
Tujuh orang dari keluarga Gemtasu dalam melaksanakan proses mumifikasi. (Ulla Lohmann via nationalgeographic.com)

Nationalgeographic.co.id—Ketika Ulla Lohman pertama kali bertemu dengan suku Anga di Papua Nugini pada 2003, sesepuh dari suku Anga itu memintanya untuk pergi meninggalkan desa. Suku Anga tidak terbiasa dengan keberadaan orang asing di desanya, dan mereka juga tidak suka ketika budaya mereka dilihat oleh orang luar.

Suku Anga dikenal sebagai suku yang memumikan anggota sukunya ketika meninggal. Iitulah yang menjadi alasan Lohman ingin mengunjungi suku yang berada di dataran tinggi bagian barat Papua Nugini ini.

Suku ini memiliki sejarah yang panjang di balik proses mumifikasi. Mereka menggantung mumi tinggi-tinggi, seolah-olah orang tua mereka sedang mengawasi prosesi ini.

Saat itu Lohmann ditolak ketika meminta izin kepada anggota suku. Namun, tidak lama kemudian, ia kembali lagi secara teratur selama satu dekade, demi mendapatkan izin. Dia hanya ingin mempelajari suku tersebut, melihat bagaimana para anggota suku hidup dan bagaimana mereka ketika menghadapi kematian.