Berlangganan

Singkap Harta Karun Kapal Perang Tergarang dan Terbesar Abad Ke-16

Minggu, 25 Juli 2021 | 19:00 WIB
National Geographic Indonesia, Mahandis Yoanata Thamrin
Bagikan :
TOMASZ STACHURA/OCEAN DISCOVERY
Mars terletak di dasar Laut Baltik, yang tenggelam selama pertempuran laut pada 1564. Peneliti dan penyelam mulai mempelajari rahasia Mars, kapal kebanggaan Angkatan Laut Swedia.

Para peneliti telah menemukan kargo kapal perang awal yang disebut galleon-bentuk mirip jenis kapal Mars di masa tak jauh sesudahnya. Dan mereka sudah menyusun kembali potongan kapal yang sebenarnya, termasuk kapal unggulan Inggris Mary Rose, yang tenggelam dalam pertempuran tahun 1545. Tapi belum pernah mereka menemukan sesuatu yang seutuh Mars.

Rönnby dan timnya ingin meninggalkan Mars di dasar laut dan sebagai gantinya menggunakan pindai tiga dimensi dan foto-foto untuk berbagi soal kapal karam itu dengan dunia.

Baca Juga: Temuan Peti Harta Karun Kapal Rempah VOC yang Berlayar ke Batavia 1740

Akhir kapal Mars pada 1564, lukisan karya Richard Lundgren.

Rönnby, dengan bantuan Richard Lundgren, termasuk pemilik Ocean Discovery, sebuah perusahaan penyelam profesional yang membantu dalam kerja arkeologi maritim dan lain-lain, telah menyusun mosaic foto dan memindai kapal karam itu untuk menghasilkan rekonstruksi tiga dimensi. Dengan pendanaan dari National Geographic Society/Waitt Grants Program, mereka bekerja musim panas ini untuk menyelesaikan pemindaian seluruh kapal.

Pengangkatan kapal dari laut membutuhkan biaya banyak, dan dapat menyebabkan kerusakan yang berarti terhadap artefak. Pemindaian laser yang dilakukan Lundgren dan tim memiliki ketepatan sampai dua milimeter, lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan sebagian besar peneliti.

Baca Juga: Kisah ‘Indiana Jones’ Thailand Menyelami Sungai Keruh Demi Harta Karun

Menggunakan beberapa alat dan metode yang relatif baru, arkeolog kini memiliki kesempatan merekonstruksi menit terakhir dari kapal dan awaknya, kata Lundgren, dan mendapatkan beberapa wawasan tentang bagaimana manusia berperilaku di medan perang.

Mars tenggelam pada 31 Mei 1564, di lepas pantai sebuah pulau yang disebut Swedia Öland. Dia datang untuk beristirahat di dasar laut dengan posisi miring ke kanan. Rendahnya tingkat endapan, arus lambat, air payau, dan tidak adanya moluska yang disebut teritip—yang biasanya menghancurkan kapal kayu yang tenggelam dalam lima tahun—menjaga kapal perang ini dalam kondisi yang luar biasa.

Baca Juga: Kisah Tragis Zaman VOC: Bangkai Kapal Batavia dan Kekejian Perompak

Seorang penyelam menjelajahi repihan kapal Mars di Laut Baltik. Sejarah mencatat bahwa pada 1564, selama Perang Tujuh Tahun Utara, beberapa ratus tentara dari kapal perang Denmark dan Lübeckia naik ke Mars dan menaklukkan awaknya. Kemudian, menurut sumber-sumber kontemporer, bubuk mesiu utama Mars meledak, menewaskan sebagian besar penumpangnya.

Apa yang membuat kapal perang ini sungguh menarik, kata Lundgren, adalah bahwa Mars tidak tenggelam karena kesalahan desain atau minimnya ilmu pelayaran.

"Mars adalah mesin perang yang berfungsi dengan sangat baik dalam pertempuran," jelasnya.

Tag: