Air Adalah Kehidupan, Seberapa Besarkah Cadangan Air Tanah Kita?

By Mahandis Yoanata Thamrin, Minggu, 1 Agustus 2021 | 22:00 WIB
Perubahan iklim mendesak semua warga untuk menjaga kelestarian alam dan perairan dari pencemaran. Sebarapa banyak cadangan air tanah yang tersimpan di dalam Bumi? (Ricky Martin/National Geographic Indonesia)

 

Tidak ada yang pernah memperkirakan sebelumnya proporsi air tanah di dunia bisa diperbaharui. "Ini adalah sebuah kolam kecil, lebih kecil daripada yang saya pikir, yang berarti bahwa itu adalah sumber daya yang lebih terbatas," kata Gleeson.

Hal terpenting adalah cara untuk mengetahui lebih persisnya di mana air tanah modern tersebut.

Richard Taylor mencatat, meskipun hanya sebagian kecil dari air tanah yang secara aktif terbarukan masih merupakan reservoir luas, dengan beberapa kali ukuran danau dan sungai gabungan. Taylor salah seorang hidrogeologi dari University College London, Inggris.

Namun, ia memperingatkan bahwa air tanah yang modern ini harus dianggap sebagai potensi terbarukan. "Fakta bahwa ada sesuatu yang diisi ulang dalam 50 tahun terakhir tidak berarti itu akan diisi ulang dalam 50 tahun ke depan," katanya.

Baca Juga: Studi: Air Laut Akan Naik Lebih Tinggi daripada Perkiraan Sebelumnya

Kenaikan permukaan air laut hanya satu-dua meter dapat menyusutkan Florida Keys. (George Steinmetz/ National Geographic Magazine)

Sebelumnya, dia dan timnya melaporkan penelitian bertajuk “Ground water and climate change” yang terbit di jurnal Nature Climate Change. “Sebagai penyimpan air tawar terdistribusi terbesar di dunia,” tulis Richard. “Air tanah memainkan peran sentral dalam mempertahankan ekosistem dan memungkinkan adaptasi manusia terhadap variabilitas dan perubahan iklim.”

Kebutuhan air tanah untuk air global dan ketahanan pangan mungkin akan meningkat selama dampak perubahan iklim. Menurut mereka, iklim ekstrem yang lebih sering dan intens (kekeringan dan banjir) akan meningkatkan variabilitas dalam curah hujan, kelembaban tanah dan air permukaan.

Baca Juga: Temuan Air Tertua di Dunia Menjelaskan Awal Mula Kehidupan di Bumi

Kolam-kolam akuakultur mengisi area reklamasi di samping bandara di Tarawa, ibu kota Kiribati dan atol dengan populasi terpadat. Sebagian besar daratan di Tarawa berketinggian kurang dari dua setengah meter di atas permukaan laut dan berisiko tergenang saat air laut naik.  (Kadir van Lohuizen)

“Di sini kami secara kritis meninjau penelitian terbaru yang menilai dampak iklim pada air tanah melalui proses yang disebabkan oleh alam dan manusia,” ungkapnya dalam jurnal tersebut. “Serta melalui umpan balik yang digerakkan oleh air tanah pada sistem iklim.”

Tim penelitiannya memeriksa kemungkinan peluang dan tantangan dalam menggunakan dan mempertahankan sumber daya air tanah dalam strategi adaptasi iklim. Selain itu mereka juga menyoroti kurangnya pengamatan air tanah, yang saat ini membatasi pemahaman kita tentang hubungan dinamis antara air tanah dan iklim.

Baca Juga: Menjaga Kelestarian Lingkungan Demi Ketersediaan Air Bersih