Dewi Sri, Sosok Perempuan Sebagai Penjaga Kemakmuran Alam Semesta

By Fikri Muhammad, Selasa, 24 Agustus 2021 | 16:00 WIB
Munjinah menikmati kesehariannya sebagai petani padi di Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sedari duduk di bangku SD, Munjinah telah akrab dan menghabiskan waktu bermainnya di sawah. (Donny Fernando/National Geographic Indonesia)

Nationalgeographic.co.id—Wujud memuliakan alam semesta banyak disimbolkan pada dewa-dewi di Indonesia. Dewi Sri, adalah salah satunya, dewi yang dimuliakan sebagai simbol kemakmuran.

Refleksi dari wujud memuliakan alam semesta ada terukir di macam tempat. Seperti yang ada di candi-candi Hindu-Buddha bernama pohon hayat (pohon kehidupan) yang menggambarkan alam kedewataan dan lambang kemakmuran alam semesta. 

Pohon hayat sering tumbuh di pinggiran pantai, yang memberi kesejukan, tumbuh sebagai pohon kalpataru. Maka pemerintahan kita memaknai kalpataru kepada individu atau kelompok yang menghijaukan lahan kritis sebagai simbol penghargaan. 

Ibu pertiwi, terlihat di candi Prambanan. Mereka terdapat di Trimurti, yakni Brahma, Wisnu, Siwa. Masing-Masing Trimurti memiliki Sakti. Diantaranya ada Dewi Saraswati (kuasa pencipta), Dewi Parwati (kuasa pemralina), dan Sri/Laksmi (kuasa pemelihara/kemakmuran). 

Di Bali, ada budaya Nyegara-Gunung. Gunung menggambarkan angkasa dan laut sebagai buminya atau ibunya. "Ini menjadi dualitas yang berpasangan. Serta kedaulatan pangan terwujud," tutur I Wayan Dana, guru besar tari tata jurusan tata kelola seni FSR ISI Yogyakarta di acara Bincang Redaksi National Geographic Indonesia.