Bintang Gagal: Keistimewaan Si Katai Cokelat yang Sulit Dipahami

By Wawan Setiawan, Senin, 30 Agustus 2021 | 16:00 WIB
Ilustrasi dari objek katai cokelat yang misterius. (NASA/JPL-Caltech)

 

Sebanyak lima objek bermassa rendah telah diidentifikasi oleh wahana luar angkasa Transiting Exoplanet Survey Satellite (TESS), kelima objek tersebut memiliki massa yang sulit ditentukan, karena berada di dekat perbatasan antara bintang dan katai cokelat. Gabungan ilmuwan dari University of Geneva (UNIGE), dan Pusat Kompetensi Penelitian Nasional Swiss (NCCR / Swiss National Centre of Competence in Research) PlanetS bekerja sama dengan University of Bern mencoba untuk mengungkapnya. Hasilnya telah mereka terbitkan dalam Jurnal Astronomy & Astrophysics pada 20 Agustus 2021 yang berjudul ‘Populating the brown dwarf and stellar boundary: Five stars with transiting companions near the hydrogen-burning mass limit’.

Kelima objek yang berhasil ditemukan itu diberi julukan sebagai TOI-148, TOI-587, TOI-681, TOI-746, dan TOI-1213. Identifikasi dari kelimanya akan dapat membantu para ilmuwan dalam memahami sifat misterius dari katai cokelat.

Seperti yang dilansir oleh Techexplorist.com, Monika Lendl, seorang peneliti di Departemen Astronomi di UNIGE dan anggota Planet NCCR, mengatakan, “Oleh karena itu, kelima objek baru ini mengandung informasi berharga. Setiap penemuan mengungkapkan petunjuk tambahan tentang sifat katai cokelat dan memberi kita pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana mereka terbentuk dan mengapa mereka sangat langka.”

Baca Juga: Badai Debu Memainkan Peran Penting Dalam Mengeringkan Planet Merah

Ilustrasi artis ini mewakili lima katai cokelat yang ditemukan dengan satelit TESS. Objek-objek ini semuanya mengorbit dekat 5-27 hari di sekitar bintang induknya yang jauh lebih besar. (Thibaut Roger/UNIGE)

 

Batas-batas massa katai cokelat tergantung pada komposisi kimianya, cara pembentukan, serta radius awalnya. Sehingga untuk mengidentifikasi katai cokelat ini tidaklah mudah, ilmuwan harus mempelajarinya secara terperinci.

François Bouchy, profesor di UNIGE dan anggota NCCR PlanetS, mengatakan, “Salah satu petunjuk yang ditemukan para ilmuwan untuk menyebut benda-benda ini sebagai katai cokelat adalah hubungan antara ukuran dan usia mereka. Katai cokelat seharusnya menyusut seiring waktu karena mereka membakar cadangan deuterium mereka dan mendingin. Di sini kami menemukan bahwa dua objek tertua, TOI 148 dan TOI 746, memiliki jari-jari yang lebih kecil, sedangkan dua sahabatnya yang lebih muda memiliki jari-jari yang lebih besar.”

Tim peneliti untuk sementara menyebut objek tersebut adalah objek 'pendamping' karena mereka mengorbit bintang induknya dengan periode orbit 5 hingga 27 hari. Kelima objek baru tersebut memiliki jari-jari di antara 0,81 dan 1,66 kali jari-jari Jupiter serta 77 dan 98 kali lebih masif. Hal inilah yang membuat ilmuwan bingung menentukan. Sebab, dari data tersebut, sudah menempatkan mereka berada di perbatasan antara katai cokelat dan bintang.

Baca Juga: Lima Hal yang Membuat Kita Yakin bahwa Lubang Hitam Benar-Benar Ada

Transiting Exoplanet Survey Satellite (TESS) milik NASA yang berhasil mengidentifikasi 5 objek tak dikenal. (Shutterstock)

 

“Namun objek-objek ini sangat dekat dengan batas sehingga mereka bisa dengan mudah menjadi bintang bermassa sangat rendah, dan astronom masih tidak yakin apakah mereka katai cokelat atau bukan.” kata Nolan Grieves, seorang peneliti di Departemen Astronomi di Fakultas Sains UNIGE, yang juga merupakan anggota NCCR PlanetS.

Ia juga menambahkan, “Bahkan dengan objek tambahan ini, kita masih kekurangan jumlah untuk menarik kesimpulan pasti tentang perbedaan antara katai cokelat dan bintang bermassa rendah. Studi lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui kepastiannya.”

Dari hasil penelitian para ilmuwan tersebut dapat disimpulkan bahwa katai cokelat memang merupakan objek yang sulit dipahami. Untuk mengidentifikasi mereka benar-benar diperlukan pendataan yang lebih rinci dan mendalam.

Baca Juga: Para Peneliti Temukan Planet-Planet Kerdil di Luar Orbit Neptunus