Cerita Hidung Belang yang Berakhir di Tiang Gantungan Batavia

By National Geographic Indonesia, Minggu, 12 September 2021 | 20:00 WIB
Sisipan litografi Oey Tamba Sia, berdasarkan gambar M. G. de Coudray dalam majalah Prancis L'Illustration, 1857. (Wikimedia Commons)

Nationalgeographic.co.id—Ini salah satu kisah legendaris yang melekat dengan kawasan Ancol di sebelah utara Jakarta. Setelah ditinggalkan orang-orang Belanda karena dianggap sarang malaria, nama Ancol terdengar lagi pada pertengahan abad ke-19 karena kasus Oey Tamba Sia, pemilik soehian (rumah pelesir) Bintang Mas di Ancol.

Kisah Oey Tamba Sia beredar turun temurun dalam masyarakat Betawi. Agak sulit meraba keberadaan rumah itu sekarang. Entah berada di dalam atau luar kawasan Taman Impian Jaya Ancol yang kini sudah melalui berbagai tahap evolusi.

Oey Tamba Sia anak dari Oey Thoa, raja tembakau keturunan Tionghoa asal Pekalongan, yang memiliki toko tembakau terbesar di kawasan Jalan Toko Tiga Pancoran Glodok. Sang ayah dikenal berjiwa sosial. Setelah sembahyang di Klenteng Kim Tek Ie (Klenteng Jin De Yuan, Petak Sembilan Glodok), ia mendermakan uang bagi orang-orang miskin.