Rencana Revitalisasi Dikhawatirkan Hilangkan Keunikan Pelabuhan Kuno Sunda Kelapa

By , Rabu, 1 Juli 2015 | 13:00 WIB
!break!

Warisan dunia

Seandainya benar Pelabuhan Sunda Kelapa jadi dimodernisasi, Jakarta akan kehilangan bukti sejarah dari keberadaan kota itu sendiri. Sejarawan JJ Rizal mengatakan, Pelabuhan Sunda Kelapa merupakan bagian dari zona sejarah yang ditetapkan sendiri oleh pemerintah.

Sebuah lembaga yang mendukung karya seni dan pusaka Jakarta (Jeforah) juga tengah berupaya bersama Pemerintah DKI Jakarta untuk membawa Pelabuhan Sunda Kelapa sebagai pusaka dunia (world heritage).

Rizal mengatakan, revitalisasi pelabuhan kuno seharusnya tetap mengacu pada asas revitalisasi, yaitu tidak mengubah konsep atau ciri khas dari pelabuhan itu. Sunda Kelapa seharusnya bisa tetap bersanding dengan Pelabuhan Kalibaru atau dikenal sebagai Pelabuhan Tanjung Priok.

"Sunda Kelapa dan Tanjung Priok merupakan dua pelabuhan dengan konsep yang berbeda," tutur Rizal.

Hilangnya ciri khas Sunda Kelapa, menurut Rizal, sama saja menghilangkan situs prakolonial di pelabuhan yang menjadi "rahim" dari lahirnya kota Jakarta. Di Sunda Kelapa, kata Rizal, pernah berdiri kerajaan bernama Sunda Kalapa dan Kraton Jayakarta.

Anak-anak dengan kantong berwarna hijau berkeliling ke setiap orang, yang sedang bersiap menunaikan Salat Id di Sunda Kelapa, Jakarta, untuk meminta sumbangan yang digunakan untuk membantu meringankan beban biaya salat. (Alex Pangestu)

"Kraton itu menurut sejarah berada di sekitar Hotel Omni Batavia hingga ke gedung Galangan Kapal VOC yang ada di sekitar Pelabuhan Sunda Kelapa," ujar Rizal.

Sementara itu, Minggu (28/6), masyarakat di sekitar Sunda Kelapa dan beberapa komunitas pegiat pelestarian akan menggelar kampanye untuk menyelamatkan Sunda Kelapa. Kampanye digelar dalam bentuk buka bersama, pameran foto, dan diskusi di atas kapal pinisi.

Sunda Kelapa yang setiap hari disinggahi puluhan kapal tradisional menunggu untuk diselamatkan. Pelabuhan ini menjadi sandaran utama bagi perdagangan antarpulau dengan komoditas utama bahan kebutuhan pokok, bahan bangunan, dan barang kelontong.