Pelajaran dari Kebakaran Hutan di Afdeeling Mojokerto 1891-1925

By Galih Pranata, Kamis, 18 November 2021 | 11:00 WIB
Hutan yang dibakar oleh perusahaan perkebunan pemerintah Hindia-Belanda, kemudian dilakukan reboisasi. (KITLV)

Nationalgeographic.co.id—Kebakaran hutan menjadi hal yang sering kali dijumpai, mengingat banyaknya hutan yang ada, hampir di setiap daerah di Indonesia. Salah satu peristiwa kebakaran hutan pernah terjadi sejak era kolonial Belanda.

Sejak abad ke-20, Karesidenan Surabaya memiliki potensi sebagai produsen kayu bakar dan pembuatan mebel. Hutan di sisi selatannya didominasi oleh hutan rimba, yakni di Afdeeling (sekarang kabupaten) Mojokerto dan sebagian lainnya di Afdeeling Jombang.

Hutan-hutan di Afdeeling Mojokerto yang dilanda bencana kebakaran adalah hutan yang terletak di kawasan hutan gunung dan hutan dataran tinggi, seperti  hutan di Gunung Welirang, Anjasmoro, Penanggungan, dan sekitarnya.

"Kasus kebakaran hutan hebat untuk pertama kalinya dilaporkan pada tahun 1891," tulis Gilarsi. Eriyano W. Gilarsi bersama Sarkawi B. Husain menulis dalam Jurnal Sejarah, berjudul Menjinakkan Si Jago Merah: Kebakaran Hutan & Strategi Penanganannya di Mojokerto, Jawa Timur (1890-1939), publikasi tahun 2019.

"Pada hari Minggu tanggal 11 Oktober 1981, si jago merah mengamuk di persil Sukosari, Distrik Jabung. Kebakaran ini menyebabkan sekitar 370 hektar tanaman, semua rumah dan lumbung dengan jumlah sekitar 630 hangus dan rata dengan tanah," tambahnya. 

Halaman berikutnya...