Makhluk-Makhluk Paling Bau di Dunia

By , Minggu, 30 Agustus 2015 | 11:30 WIB

Ada kegunaan lain dari bau menyengat: yaitu komunikasi. Hyena berkeliaran di wilayah yang besar dalam kawanan dan mereka menggunakan bau untuk mencari arah.

Ada sebuah kantung di dekat anus yang memproduksi bebauan yang dikenal dengan “mentega hyena”, yang mereka gosok di sebuah obyek atau ke hyena yang lain.

Bau itu tidak hanya menandai wilayah, tetapi juga digunakan oleh anggota kawanan untuk memperbarui informasi tentang keberadaan anggota. Ini seperti mengatakan “siapakah ini” dengan bau mereka.

Hyena yang memiliki mentega bau! (Foto: Anup Shah/NPL)

Sebuah analisa terhadap bahan kimia yang terkandung di mentega hyena menunjukan bahwa tiap hyena memiliki bau yang khas dan tiap anggota klan juga memiliki bau khas yang hanya dimiliki oleh klan miliknya.

Pesaing terakhir dari pencarian makhluk yang paling bau di dunia adalah manusia. Pada 2011, peneliti mengklaim bahwa bau manusia unik di antara kelompok kerajaan hewan lain dan inilah mengapa kita sangat menarik bagi para nyamuk.

Manusia pada dasarnya memang bau karena kita mengeluarkan aroma di hampir semua bagian tubuh, bukan di bagian tertentu saja seperti binatang lain. Bau itu terdiri dari bakteri yang hidup di tubuh kita – yang juga mengeluarkan aroma spesifik.

Untuk membuat bau, hewan harus melepaskan bahan kimia tak stabil yang mudah menguap, gas ini dengan mudah bisa menjalar ke hidung hewan lain.

Manusia melepaskan banyak senyawa tak stabil. Juga, mikroorganisme pada kulit kita menggunakan bahan keringat kita untuk metabolisme mereka sendiri, mengubah bahan kimia yang stabil menjadi lebih tak stabil

Kita mungkin berpikir bahwa bau manusia lebih baik dari bau sigung atau burung bau, namun studi dari kedua burung dan mamalia lain menunjukkan bahwa mereka menghasilkan senyawa organik tak stabil yang lebih sedikit daripada kita.

Manusia dewasa mengeluarkan air, protein, asam amino, urea, amonia, asam laktat dan garam. Beberapa dari senyawa ini memiliki bau yang tak sedap.

Selama pubertas, kelenjar yang melepaskan bahan kimia ini penuh dengan bakteri, membuat kita bahkan semakin bau!