Selamat Jalan, Gajah Yani...

By , Kamis, 12 Mei 2016 | 12:34 WIB

BBKSDA kemudian meminta tim dokter dari Taman Safari untuk melakukan tindakan medis terhadap Yani. Namun, 30 menit sebelum tim dokter tiba, atau pada pukul 18.36 WIB, Yani dinyatakan mati.

Yayasan Marga Satwa Taman Sari selaku pengelola Kebun Binatang Bandung akhirnya mengakui bahwa sudah setahun Kebun Binatang Bandung tak memiliki dokter tetap. Bahkan, bagian kesehatan pun telah dibekukan.

Kamis (12/5/2016) sekitar pukul 07.00 WIB, delapan dokter hewan melakukan nekropsi atau bedah bangkai. Proses nekropsi dipimpin dokter Yohana dari Taman Safari. Proses nekropsi memakan waktu sedikitnya tiga jam.

Pihak BBKSDA juga akan memeriksa kondisi semua satwa yang berada di Kebun Binatang Bandung. Selama proses bedah bangkai dilakukan, Kebun Binatang Bandung ditutup untuk umum.

Boikot

Sementara itu, sebagai bentuk kekecewaan terhadap buruknya pengelolaan Kebun Binatang Bandung, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menyerukan untuk memboikot Kebun Binatang Bandung. Dalam akun Instagram-nya, Ridwan Kamil memajang tagar #BoikotBonbinBdg.

"Barusan kabar masuk. Gajah yang tadi pagi ditengok yang benrama Yani ini mati jam 18-an. Karena ini bonbin milik pribadi, saya akan pelajari cari upaya hukum. Sementara itu ayo lawan dengan #BoikotBoninBdg," tulis Emil di akun @ridwankamil, Rabu malam.