Sekilas Peristiwa Langit Tahun 2017

By , Kamis, 5 Januari 2017 | 19:00 WIB

Autumnal Ekuinoks akan terjadi tanggal 23 September pukul: 03:02 WIB

21 Desember – Solstice (Winter Solstice – Belahan Utara ; Summer Solstice – Belahan Selatan)Titik balik musim dingin bagi masyarakat di Belahan Bumi Utara dan titik balik musim panas bagi penduduk di Bumi Belahan Selatan. Selain itu, bagi penduduk di belahan selatan, ini merupakan siang terpanjang dan bagi mereka yang berada di utara, ini adalah malam terpanjang.

Titik balik musim dingin akan terjadi tanggal 21 Desember pukul: 23:29 WIB 

Hujan Meteor

4 Januari – Hujan Meteor QuadrantidTahun 2017 akan diawali oleh pertunjukkan hujan meteor Quadrantid di langit dari tanggal 28 Desember – 12 Januari. Puncak hujan meteor Quadrantid akan berlangsung tanggal 3 Januari 2017 pukul 22:00 WIB. Hujan meteor Quadrandtid tampak muncul dari rasi Bootes yang terbit pukul 03:00 WIB di arah timur laut. Saat malam puncak pengamat bisa menikmati setidaknya 120 meteor per jam. Akan tetapi, bagi pengamat di belahan Bumi Selatan, hujan meteor Quadrantid tidak sebaik pengamat di Utara dan banyaknya meteor yang bisa dinikmati juga lebih sedikit.

22 April – Hujan Meteor LyridHujan meteor yang berasal dari debu ekor komet Thatcher C/1861 G1 akan mencapai puncak tanggal 22 April. Hujan meteor Lyrid bisa dinikmati setelah rasi Lyra yang jadi arah datangnya, terbit pukul 23:00 WIB. Bulan sabit kuartir terakhir baru terbit pukul 01:50 WIB masih cukup nyaman untuk pengamatan. Saat puncak, pengamat hanya bisa melihat 18 meteor per jam yang bergerak dengan kecepatan 48,8 km/detik.

6 Mei – Hujan Meteor Eta AquariidDimulai tanggal 19 Maret – 28 April, hujan meteor Eta Aquariid akan mencapai puncak tanggal 6 April pukul 03.00 dini hari. Hujan meteor yang berasal dari sisa komet Halley dan tampak dari rasi Aquarius tersebut bisa diamati mulai tengah malam sampai jelang fajar. Bulan sabit yang baru saja melewati fase seperempat awal, terbenam pukul 02:08 WIB bertepatan dengan rasi Aquarius yang semakin tinggi dari horison. Jadi pengamat bisa menikmati hujan meteor Eta Aquariid tanpa gangguan cahaya Bulan. Di malam puncak, pengamat bisa melihat 10-30 meteor / jam dengan kecepatan 66,9 km/detik.

30 Juli – Alpha CapricornidHujan meteor alpha capricornid berlangsung dari 3 Juli sampai 15 Agustus dan akan tampak datang dari arah rasi Capricorn. Puncak hujan meteor Capricornid akan terjadi tanggal 29 – 30 Juli dengan 5 meteor per jam. Akan tetapi, biasanya ada bola api yang terbentuk dan melintas di langit malam. Rasi Capricorn sudah terbit sejak Matahari terbenam dan pengamat bisa menikmati hujan meteor alpha Capricornid sepanjang malam sampai fajar menyingsing. Mulai tengah malam, cahaya Bulan seperempat awal tidak akan mengganggu karena Bulan sudah terbenam tengah malam.

30 Juli – Hujan Meteor Delta Aquariid SelatanHujan meteor Delta Aquariid dimulai tanggal 12 Juli — 23 Agustus dan mencapai puncak dengan lintasan 16 meteor per jam pada tanggal 30 Juli. Hujan meteor yang akan tampak dari rasi Aquarius ini berasal dari sisa debu komet Marsden and Kracht. Rasi Aquarius akan terbit jam 20:00 WIB, dan pengamatan bisa dilakukan sampai jelang fajar. Mulai tengah malam, cahaya Bulan seperempat awal tidak akan mengganggu karena Bulan sudah terbenam tengah malam.

12 Agustus – Hujan Meteor PerseidDimulai tanggal 17 Juli – 24 Agustus, hujan meteor Perseid yang berasal dari debu komet Swift-Tuttle tersebut akan mencapai puncak tanggal 12 Agustus. Di malam puncak diperkirakan 100 —150 meteor akan melintas setiap jam dan tampak datang dari rasi Perseus.

Rasi Perseus baru akan terbit setelah lewat tengah malam yakni pukul 01:00 WIB. Bulan cembung masih cukup terang di langit malam. Bulan terbit pukul 21:42 dan akan jadi sumber polusi cahaya alami bagi pengamat, meskipun tidak seterang Bulan Purnama.

10 Oktober – Hujan Meteor Taurid SelatanHujan meteor Taurid berasal dari butiran debu Asteroid 2004 TG10 dan sisa debu Komet 2P Encke, berlangsung sejak 10 September – 20 November dan tidak pernah menghasilkan lebih dari 5 meteor per jam. Menariknya, hujan meteor taurid ini kaya dengan fireball aka bola api. Puncak hujan meteor yang tampak datang dari rasi Taurus berlangsung tanggal 10 Oktober, hanya dengan 5 meteor per jam yang lajunya hanya 28 km/detik. Hujan meter Taurid bisa diamati setelah rasi Taurus terbit pada pukul 21:00 WIB sampai jelang dini hari. Akan tetapi, Bulan yang sedang menuju fase seperempat awal baru terbit pukul 22:11 WIB, dan cahayanya masih cukup terang.

21 Oktober – Hujan Meteor OrionidHujan meteor Orionid yang berasal dari sisa debu komet Halley akan menyambangi kita di bulan Oktober. Tepatnya dari 2 Oktober sampai 7 November. Sesuai namanya, hujan meteor Orionid akan tampak datang dari rasi Orion si Pemburu dan mencapai puncak pada tanggal 21 Oktober. Saat malam puncak, pengamat bisa menikmati 25 meteor per jam yang melaju dengan kecepatan 66 km/detik. Rasi Orion akan terbit setelah pukul 21:00 WIB dan Bulan sudah terbenam sejak pukul 19:02 WIB. Artinya, tidak ada cahaya Bulan yang menghalangi perburuan hujan meteor Orionid.

12 November – Hujan Meteor Taurid UtaraHujan meteor Taurid Utara juga tampak datang dari rasi Taurus dan dimulai dari tanggal 20 Oktober – 10 Desember dengan puncak pada tanggal 12 November. Saat malam puncak, Hujan Meteor Taurid Utara akan menghiasi langit dengan 5 meteor per jam dengan laju 29 km/jam. Rasi Taurus terbit setelah Matahari terbenam. Sejak Matahari terbenam sampai tengah malam, tidak akan ada cahaya Bulan yang mengganggu. Bulan seperempat akhir terbit tengah malam. Perpaduan hujan meteor Taurid Utara dan Selatan yang masih berlangsung di akhir Oktober dan awal November menjadi atraksi menarik di langit. Apalagi dengan kehadiran fireball.

17 November – Hujan Meteor LeonidDulu hujan meteor Leonid pernah tampak luar biasa dengan badai meteornya, akan tetapi untuk saat ini hujan meteor Leonid hanya menyisakan 15 meteor per jam saat puncak. Setiap tahun, hujan meteor Leonid berlangsung dari tanggal 6 – 30 November dan puncak hujan meteor pada tanggal 17 November. Hujan meteor Leonid berasal dari sisa debu komet Tempel-Tuttle dan akan tampak dari rasi Leo si singa. Rasi Leo terbit tengah malam dan Bulan sedang menuju fase Bulan Baru. Bulan sabit tipis terbit pukul 04:25 WIB dan pengamat masih tetap bisa menikmati hujan meteor Leonid sampai fajar menyingsing. Meteor yang melintas akan bergerak dengan kecepatan 77 km/detik.

14 Desember – Hujan Meteor GeminidDi penghujung tahun 2017, hujan meteor Geminid kembali menjadi tontonan menarik dengan 120 meteor per jam saat puncak. Hujan meteor yang tampak datang dari rasi kembar Gemini ini berlangsung dari tanggal 4 — 17 Desember dan puncaknya akan terjadi tanggal 14 Desember. Hujan meteor Geminid yang melaju dengan kecepatan 35 km/detik, bisa dinikmati kehadirannya setelah rasi Gemini terbit antara pukul 20.00 – 21:00 WIB. Bulan sabit yang sedang menuju fase bulan baru terbit pukul 02:25 WIB dan tidak akan banyak mengganggu pengamatan. Waktu terbaik untuk pengamatan bisa dilakukan setelah pukul 22:00 WIB saat rasi Gemini sudah cukup tinggi.