Gletser Thwaites yang Seukuran Britania Raya Terancam Mencair

By Maria Gabrielle, Jumat, 7 Januari 2022 | 16:00 WIB
Gletser Thwaites di Antartika Barat. (NASA)

Nationalgeographic.co.id—Antartika merupakan benua terbesar kelima di Bumi dan dikenal sebagai benua es. Wilayah ini telah tertutup es semenjak 34 juta tahun yang lalu karena pendinginan iklim. Meski begitu, Antartika tidak luput dari ancaman pemanasan global.

Diketahui di Antartika Barat terdapat gletser berukuran sangat besar yang bernama gletser Thwaites. Dilaporkan oleh Space, gletser ini memiliki luas sekitar 120 kilometer, memiliki kedalaman dari 800 hingga 1.200 meter.

Gletser Thwaites juga disebut sebagai Gletser Kiamat atau doomsday glacier. Mengapa? Karena dampak yang dihasilkan dari mencairnya semua es dimiliki gletser tersebut sangat berbahaya. "Jika Thwaites seluruhnya runtuh dan esnya melepaskan air ke laut, permukaan laut di seluruh dunia akan naik lebih dari 65 sentimeter,” ujar Ted Scambos, koordinator utama The International Thwaites Glacier Collaboration.

“Hal ini bisa menjadi lebih parah jika bencana tersebut mengganggu keberadaan gletser lain yang ada disekitarnya, yang mana dapat menyebabkan kenaikan permukaan laut hingga 3 meter," lanjutnya.

Dilansir dari Sci Tech Daily, sebagai konteks, ketinggian air laut telah meningkat 20 sentimeter semenjak tahun 1900. Meskipun kedengarannya tidak seberapa, kenaikan 20 sentimeter telah memaksa masyarakat pesisir keluar meninggalkan rumah mereka dan memperburuk beragam masalah lingkungan yang ada.

Ini berarti kenaikan permukaan air laut dari 65 sentimeter hingga 3 meter dapat menyebabkan bencana yang besar bak kiamat. Kenaikan permukaan laut setinggi itu dipastikan akan menggenangi banyak kota pesisir besar di dunia seperti Shanghai, New York, Miami, Tokyo, dan Mumbai. Bencana tersebut juga akan menenggelamkan banyak wilayah pesisir dan melenyapkan negara-negara kepulauan kecil seperti Kiribati, Tuvalu, dan Maladewa.

Gletser Thwaites yang berukuran sebesar Britania Raya ini sudah berkontribusi sekitar 4 persen atas kenaikan permukaan laut global. Sejak tahun 2000, gletser Thwaites telah kehilangan lebih dari 1.000 miliar ton es dan fenomena ini terus meningkat selama tiga dekade terakhir. Kecepatan aliran es pada gletser juga meningkat dua kali lipat dalam 30 tahun yang berarti dua kali lebih banyak es dilepaskan ke laut dibandingkan dengan tahun 1990-an.

Selama jutaan tahun gletser terluas di dunia ini memiliki lapisan es di bawahnya yang mengambang, memisahkannya dengan Laut Amundsen. Hal yang mengkhawatirkan adalah para ilmuwan menemukan lapisan es di bawah gletser menjadi tidak stabil.

"Lapisan es di sebelah Timur memiliki retakan yang melintang pada permukaannya. Hal ini bisa menyebabkan gletser runtuh ke laut dalam waktu 10 tahun," terang Erin Pettit seorang ahli glasiologi dari Universitas Negeri Oregon.

Baca Juga: Gawat, Gletser Himalaya Mencair Jauh Lebih Cepat daripada yang Lain

Temuan baru tersebut mendukung penelitian yang telah diunggah pada laman Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America dengan judul Damage accelerates ice shelf instability and mass loss in Amundsen Sea Embayment. Penelitian yang dipublikasikan pada Oktober 2020 tersebut juga mencatat adanya retakan dan ceruk di lapisan es gletser Thwaites.