Gangguan Konversi, Saat Emosi Mengacaukan Fungsi Saraf

By , Kamis, 8 Maret 2018 | 20:00 WIB

Diagnosis dilakukan dengan melibatkan semua gejala yang muncul dan mengesampingkan kondisi medis neurologis atau penyakit lainnya yang dapat menyebabkan gejala. Pengujian melibatkan ahli saraf, psikiater, dan profesi kesehatan mental lainnya.

Pasien akan direkomendasikan untuk melakukan tes kesehatan seperti scan, tes refleks, tekanan darah, dan electorencephalogram (EEG) yang merekam aktivitas otak dan dapat membantu memastikan penyebab terjadinya gangguan saraf.

Bagaimana gangguan konversi diobati?

Pengobatan terhadap penyakit ini akan disesuaikan terhadap gejala yang dirasakan oleh pasien dan kemungkinan yang menjadi pemicunya. Pengobatan lebih dilakukan untuk mengelola stres atau trauma yang dihadapi pasien. Tergantung pada kebutuhan pasien, pengobatan akan meliputi:

Terapi fisik atau okupasi

Mengatasi adanya gangguan pada sistem gerak, kelumpuhan, kelemahan otot, atau mobilitas. Peningkatan bertahap dalam olahraga dapat meningkatkan kemampuan fisik pasien.

Terapi wicara

Mengatasi adanya gangguan komunikasi, yaitu saat berbicara.

(Baca juga: Mengenal Amytrophic Lateral Sclerosis, Sang Pemburu Saraf Otak)

Terapi CBT

Terapi perilaku dan kognitif alias terapi CBT membantu pasien menyadari perilaku positif dan negatif dan melatih pasien untuk menghadapi kejadian yang menjadi trauma.

Hipnoterapi

Hipnoterapi adalah proses penanaman sugesti ke dalam pikiran bawah sadar seseorang, dengan cara menghipnotis alias memusatkan pikiran Anda secara penuh. Anda akan menerima saran-saran atau sugesti yang berkaitan dengan gejala dan cara mengatasi gangguan ini selama hipnoterapi.

Pasien biasanya akan diberikan obat-obatan yang juga digunakan untuk penyakit depresi, gangguan kecemasan, dan insomnia. Pasein wajib melakukan perawatan secara rutin untuk memantau pemulihan dan mengetahui kesesuaian pengobatan yang dilakukan.

Artikel ini pernah tayang di hellosehat.com. Baca artikel sumber