Inovasi para Insinyur dari MIT Kembangkan Lakban untuk Operasi

By Maria Gabrielle, Senin, 7 Februari 2022 | 09:00 WIB
Ilustrasi penggunaan lakban untuk operasi. (Xuanhe Zhao et al.)

Nationalgeographic.co.id—Lakban merupakan benda praktis yang biasa diandalkan untuk menambal retakan atau robekan. Nampaknya kepraktisan lakban tidak hanya berguna untuk kebutuhan sehari-hari namun juga untuk kegunaan yang spesifik.

Benda ini menginspirasi para insinyur dari Institut Teknologi Massachusetts, Amerika Serikat mengembangkan semacam lakban untuk bedah. Perekat lengket yang kuat, fleksibel serta biokompatibel tersebut dapat digunakan untuk menutup robekan atau luka pada jaringan dan organ tubuh.

Seperti yang dilaporkan oleh Sci Tech Daily, “lakban bedah” mempunyai dua sisi seperti lakban biasa, lengket di satu sisi dan halus di sisi lain. Rencananya, benda ini ditargetkan untuk menutup cacat pada saluran pencernaan yang digambarkan oleh para insinyur sebagai pipa biologis tubuh.

Hasil dari penelitian ini telah diterbitkan pada laman Science Translational Medicine dengan judul An off-the-shelf bioadhesive patch for sutureless repair of gastrointestinal defects pada 2 Februari 2022.

Dalam berbagai eksperimen yang dilakukan, perekat dapat menempel dengan cepat pada robekan besar dan tusukan yang terdapat di usus besar dan lambung beragam hewan. Perekat mampu menempel kuat ke jaringan hanya dalam beberapa detik dan tahan lebih dari satu bulan lamanya.

Lakban bedah ini juga fleksibel, sehingga memungkinkannya mengikuti gerakan atau berkontraksi seiring proses penyembuhan. Selain itu, setelah robekan dan tusukan sembuh total, perekat akan terurai dengan sendirinya. Proses penguraian tidak akan menyebabkan peradangan atau menempel pada jaringan di sekitarnya.

“Kami pikir lakban bedah ini adalah teknologi dasar yang baik untuk dibuat menjadi produk nyata siap pakai. Ahli bedah bisa menggunakannya karena mereka menggunakan lakban di dunia non-bedah. Itu tidak memerlukan persiapan atau langkah sebelumnya.  Keluarkan saja, buka, dan gunakan," kata Hyunwoo Yuk, seorang ilmuwan peneliti di Departemen Teknik Mesin MIT.

Inovasi ini dibuat berdasarkan desain lakban dua sisi yang dibuat pada tahun 2019. Iterasi awal itu terdiri dari satu engket di kedua sisi dan dirancang untuk menyatukan dua permukaan basah.

Perekat terbuat dari asam poliakrilat, bahan penyerap yang biasa ditemukan pada popok. Asam poliakrilat mengering dan menyerap kelembapan saat bersentuhan dengan permukaan atau jaringan basah. Para peneliti mencampurkan NHS ester, senyawa kimia yang dapat mengikat protein dalam jaringan untuk membentuk ikatan yang lebih kuat. Akhirnya, mereka memperkuat perekat dengan gelatin atau kitosan, bahan alami yang menjaga bentuk lakban itu.

Para peneliti menemukan lakban dua sisi sangat kuat mengikat jaringan yang berbeda tetapi, ketika berkonsultasi dengan ahli bedah, mereka menyadari bahwa versi satu sisi mungkin membuat dampak yang lebih praktis.

“Dalam situasi praktis, tidak umum untuk menyatukan dua jaringan, organ harus terpisah satu sama lain. Salah satu pendapat adalah menggunakan elemen lengket ini untuk memperbaiki kebocoran dan cacat pada usus," kata penulis utama penelitian ini, Jingjing Wu.