Seperti Asli, Ilmuwan Jepang Membuat Kulit Manusia Hidup untuk Robot

By Ricky Jenihansen, Minggu, 12 Juni 2022 | 08:00 WIB
Humanoid wanita Jepang. (Forbes)

Jari robot dibengkokkan (Jon Mill)

Sel-sel itu, katanya, membentuk 90 persen dari lapisan kulit terluar, memberi robot tekstur seperti kulit dan sifat penghalang penahan kelembapan. Kulit yang dibuat memiliki kekuatan dan elastisitas yang cukup untuk menahan gerakan dinamis saat jari robot melengkung dan meregang.

 Baca Juga: Semakin Canggih, Ilmuwan Kembangkan Robot yang Dapat Berubah Bentuk

 Baca Juga: Mata Robot Kembangan MIT Ini Bisa Melihat dan Analisis Seperti Manusia

 Baca Juga: Robot Baru Ini Punya Ekspresi-Ekspresi Wajah yang Sangat Mirip Manusia

Lapisan terluar cukup tebal untuk diangkat dengan dijepit dan menahan air, yang memberikan berbagai keuntungan dalam melakukan tugas-tugas tertentu seperti menangani busa polistiren kecil bermuatan elektrostatis, bahan yang sering digunakan dalam kemasan.

Saat terluka, kulit yang dibuat bahkan bisa sembuh sendiri seperti manusia dengan bantuan perban kolagen, yang secara bertahap berubah menjadi kulit dan menahan gerakan sendi yang berulang. "Kami terkejut dengan seberapa baik jaringan kulit menyesuaikan diri dengan permukaan robot," kata Takeuchi.

Menurut Takeuchi, pekerjaan mereka hanyalah langkah pertama menuju pembuatan robot yang ditutupi dengan kulit hidup. Kulit yang berkembang jauh lebih lemah daripada kulit alami dan tidak dapat bertahan lama tanpa pasokan nutrisi dan pembuangan limbah yang konstan.

Selanjutnya, Takeuchi dan timnya berencana untuk mengatasi masalah tersebut dan menggabungkan struktur fungsional yang lebih canggih di dalam kulit, seperti neuron sensorik, folikel rambut, kuku, dan kelenjar keringat. "Saya pikir kulit hidup adalah solusi pamungkas untuk memberi robot tampilan dan sentuhan makhluk hidup karena itu adalah bahan yang sama persis yang menutupi tubuh hewan," kata Takeuchi.