Selidik Kota Cahokia, Situs Arkeologi Terbesar di Amerika Utara

By Ricky Jenihansen, Rabu, 27 Juli 2022 | 15:00 WIB
Alun-alun pusat Cahokia, yang sekarang menjadi bagian dari situs bersejarah seluas 2.200 hektar, situs arkeologi terbesar di Amerika Utara.
Alun-alun pusat Cahokia, yang sekarang menjadi bagian dari situs bersejarah seluas 2.200 hektar, situs arkeologi terbesar di Amerika Utara. (Ira Block / Nat Geo Image Collection)

Baca Juga: Iklim di Amerika Utara Dulu Sehangat Bali dan Bisa seperti Itu Lagi

Baca Juga: Perempuan Indonesia Mencapai Puncak Gunung Tertinggi Amerika Utara

Baca Juga: Fosil Kerang: 95 Juta Tahun Silam, Amerika Utara Sepanas Bali Kini

Baca Juga: Kisah Pembuatan Tiang Totem di Amerika Utara, Sempat Dianggap Berhala

    

Ia kemudian menganalisis isotop di tanah modern ini untuk menentukan perbedaan isotop antara lahan basah, lahan basah musiman, dan lingkungan padang rumput. Membandingkannya dengan isotop karbon dari tanah purba yang secara kronologis terkait dengan gundukan. Itu memberikan wawasan tentang jenis tanaman apa yang tumbuh di sana di masa lalu.

"Apa yang saya pelajari adalah bahwa daerah ini tetap basah sepanjang tahun," kata Rankin. "Mungkin ada beberapa kekeringan musiman, tetapi secara keseluruhan, itu adalah lahan basah."

Temuannya menantang gagasan sebelumnya tentang situs ini sebagai alun-alun, yang umumnya dianggap sebagai area terbuka yang kering di mana orang berjalan dan berkumpul. "Umumnya, tempat-tempat itu tidak berada di bawah air," kata Rankin.

Para peneliti mengambil sampel dari lahan basah terdekat untuk menentukan sejarah lingkungan alun-alun utara di Cahokia. (Caitlin Rankin)

Bagaimana alun-alun utara digunakan tetap menjadi misteri, katanya, tetapi penelitian tersebut menambah bukti bahwa air adalah elemen sentral kota.

"Air penting bagi masyarakat Cahokia karena beberapa alasan," katanya.

"Mereka memiliki seluruh rangkaian pertanian tanaman lahan basah yang mereka domestikasi dan andalkan sebagai makanan."