Berang-berang Semi-Akuatik Hidup di Montana 30 Juta Tahun Yang Lalu

By Ricky Jenihansen, Sabtu, 27 Agustus 2022 | 15:00 WIB
Spesies yang baru diidentifikasi tidak memiliki ekor datar yang membantu berang-berang modern berenang hari ini. (Getty Images)

Nationalgeographic.co.id—Para ilmuwan telah mengidentifikasi spesies baru berang-berang dari fosil tulang pergelangan kaki yang ditemukan di Montana. Fosil spesies baru yang bernama Microtheriomys articulaquaticus itu adalah yang tertua yang pernah ditemukan.

Menurut analisis, evolusi berang-berang semi-akuatik mungkin telah terjadi setidaknya 7 juta tahun lebih awal dari yang diperkirakan sebelumnya, dan terjadi di Amerika Utara daripada di Eurasia.

Laporan penelitian ini telah diterbitkan di Royal Society Open Science dengan judul "The oldest semi-aquatic beaver in the world and a new hypothesis for the evolution of locomotion in Castoridae."

Diketahui, Microtheriomys articulaquaticus hidup di tempat yang sekarang disebut Montana, Amerika Serikat, sekitar 30 juta tahun yang lalu (zaman Oligosen).

Berang-berang semi-akuatik tertua yang diidentifikasi sebelumnya, Steneofiber eseri, hidup di Prancis 23 juta tahun yang lalu.

Microtheriomys articulaquaticus tidak memiliki ekor datar yang membantu berang-berang berenang hari ini. Hewan purba itu kemungkinan memakan tumbuhan, bukan kayu, dan ukurannya relatif kecil.

"Berang-berang dan hewan pengerat lainnya dapat memberi tahu kita banyak tentang evolusi mamalia,” kata Jonathan Calede, ahli biologi evolusi di Ohio State University dalam rilis media.

Perbandingan tulang pergelangan kaki dari berang-berang raksasa dan spesies yang baru diidentifikasi. (Jonathan Calede)

"Lihatlah keragaman kehidupan di sekitar kita hari ini, dan Anda melihat hewan pengerat yang meluncur seperti tupai terbang, hewan pengerat yang melompat seperti tikus kanguru, spesies air seperti muskrat, dan hewan penggali seperti pocket gophers (sejenis tikus tanah)."

Menurut peneliti, ada keragaman bentuk dan ekologi yang luar biasa. Kapan keragaman itu muncul adalah pertanyaan penting. Tikus adalah kelompok mamalia yang paling beragam di Bumi, dan sekitar 4 dari 10 spesies mamalia adalah hewan pengerat.

"Jika kita ingin memahami bagaimana kita mendapatkan keanekaragaman hayati yang luar biasa, hewan pengerat adalah sistem yang bagus untuk dipelajari," kata Calede.

Untuk diketahui, spesimen fosil Microtheriomys articulaquaticus—termasuk beberapa gigi terkait, dua tulang astragali dan sebagian ditemukan dari Formasi Renova.