'Virus Raksasa' di Danau Epishelf Arktika Ini Terancam Perubahan Iklim

By Wawan Setiawan, Sabtu, 3 September 2022 | 09:00 WIB
Antara 1999 dan 2002, danau epishelf Disraeli Fiord. Pada saat itu yang terbesar di Belahan Bumi Utara mengalir ke Samudra Arktik. Sebelum kering, danau itu terletak di dekat lapisan es Ward Hunt di lepas Pulau Ellesmere, Kanada. (Alexandra Kobalenko/All Canada Photos/Corbis)

 Baca Juga: Krisis Iklim, Es di Arktika Terancam Menghilang Pada 2035

Perubahan paling dramatis yang diamati di Danau Milne Fiord Epishelf adalah penurunan multitahun dalam kelimpahan cyanobacteria. Para peneliti mengaitkan penurunan itu dengan meningkatnya pengaruh laut di danau air tawar, "Karena cyanobacteria memiliki kelimpahan yang sangat rendah di Samudra Arktika," tulis mereka.

Meskipun demikian, rincian ekosistem ini tetap tidak jelas. Sebab, selama ini sebagian besar virusnya hanya diketahui dari fragmen urutannya saja. Jadi, dalam banyak kasus, para ilmuwan belum mengetahui bagaimana virus memengaruhi mikroba yang mereka infeksi, atau virus mana yang menghuni mikroba mana.

  

Simak #SayaPilihBumiFestival yang akan digelar pada Oktober mendatang di sini. Festival ini bakal kembali mengangkat isu-isu lingkungan lewat media dan perbincangan yang lebih ringan, santai, dan menyenangkan. Dari gelar wicara, peran komunitas dalam pelestarian Bumi, sampai konser musik.