Mengapa Tidak Ada yang Menemukan Kehidupan di Luar Planet Bumi?

By Utomo Priyambodo, Minggu, 30 Oktober 2022 | 10:00 WIB
Bumi dan alam semesta. (titoOnz/Getty Images/iStockphoto)

Baca Juga: Empat Destinasi Keren Bagi Wisatawan Planet Mars di Masa Depan 

Josh dan Jake memberi petunjuk penting soal apa yang membuat suatu planet dianggap layak hidup dan bisa menampung kehidupan. Petunjuk penting itu adalah keberadaan air cair.

"Sebagian besar pencarian kehidupan difokuskan pada upaya menemukan air cair, karena air sangat penting untuk semua bentuk kehidupan di Bumi," kata mereka.

Sel makhluk hidup sebagian besar terdiri atas air. Banyak reaksi kimia yang terjadi dalam metabolisme kita hanya dapat terjadi dengan adanya air karena air merupakan pelarut yang sangat baik. Artinya, air akan dengan senang hati melarutkan banyak hal yang Anda masukkan ke dalamnya.

Perlu kita ingat, komponen penyusun air, yakni hidrogen dan oksigen, adalah dua unsur paling melimpah pertama dan ketiga di galaksi Bima Sakti. Oksigen juga suka meraih elemen lain untuk membuat bahan kimia yang berbeda. Ini berarti bahwa kita menemukan air hampir di mana pun kita melihat, dari permukaan planet-planet di tata surya kita, hingga kedalaman ruang antarbintang.

Akan tetapi untuk kehidupan seperti yang kita tahu ada, Anda akan membutuhkan sebuah planet di mana air ada dalam keadaan cair. Jika tidak, sel Anda akan membeku atau mendidih.

Bumi berada dalam posisi sempurna dari Matahari kita untuk mendukung air dalam keadaan cair. Para astronom menyebut lokasi ideal sebuah planet dari sebuah bintang sebagai "layak huni" atau "zona Goldilocks".

Para ilmuwan pernah menemukan bahwa ada air cair permanen di Mars, yang membuat banyak orang sangat bersemangat. Air juga ada di dalam kawah di Merkurius, dan ada lautan air yang luas di beberapa bulan Jupiter dan Saturnus.

Namun kita masih belum menemukan kehidupan di Mars, atau planet lain di tata surya kita. Bagaimana dengan di luar tata surya kita?

Planet-planet di luar tata surya kita disebut eksoplanet. Mereka mengorbit bintang mereka sendiri.

Misalnya, ada planet ekstrasurya yang disebut Kepler-22b, yang berada di zona layak huni bintang lain yang disebut Kepler-22. Kepler 22b lebih besar dari Bumi.

Bintang yang lebih redup memiliki zona layak huni yang lebih dekat dengannya. Adapun bintang yang lebih terang memiliki zona layak huni yang lebih jauh.

Menemukan planet dalam zona layak huni bintang di mana air cair bisa ada akan menjadi awal yang baik untuk menemukan kehidupan. Sayangnya, para ilmuwan belum menyempurnakan teknologi untuk itu.

Namun, bagaimanapun, menemukan planet dengan kondisi yang tepat untuk kehidupan tidaklah cukup. Kita harus mampu mendeteksi tanda-tanda kehidupan itu sendiri yang disebut oleh para ilmuwan sebagai “biosignature”.

Misalnya, kita dapat melihat atmosfer planet dan melihat gas apa yang ada di dalamnya. Jika kita menemukan sebuah planet dengan banyak oksigen, kita dapat menyimpulkan bahwa mungkin ada kehidupan di sana.

Saat ini, sayangnya, tidak mungkin untuk mendeteksi biosignature atau tanda kehidupan di planet mirip Bumi di sekitar bintang lain.