Sisi Lain Julius Caesar, Kaisar Romawi Kuno Punya Banyak Gundik

By Hanny Nur Fadhilah, Rabu, 8 Februari 2023 | 14:00 WIB
Pemimpin Gallic Vercingetorix menyerah kepada Julius Caesar pada 52 SM. (Wikimedia Commons)

Nationalgeographic.co.id—Julius Caesar memiliki citra seorang pemimpin diktator, pendiri Kekaisaran Romawi dan seorang jenderal yang menaklukkan Galia. Namun, fakta yang kurang diketahui adalah Caesar memiliki kehidupan seks yang begitu liar.

Di masa mudanya, Caesar terkenal dengan cross-dressing (aksi mengenakan pakaian yang tidak sesuai dengan standar masyarakat berdasarkan jenis kelamin bawaan dari lahir) dan memainkan peran sebagai wanita dalam hubungan dengan pria lain.

Dikenal oleh orang Romawi lebih sebagai penembus daripada penetrator, secara seksual Caesar adalah keduanya. Sebagai seorang pemuda, dia menghabiskan banyak waktu di istana Raja Nicomedes IV di Bitinia, Turki modern. Fakta ini memicu desas-desus yang mengikuti Caesar seumur hidupnya.

Di zaman Romawi, hubungan seksual antara dua pria dapat diterima. Namun, berada dalam peran tunduk dalam hubungan seperti itu merusak reputasi pemimpin legiun yang maskulin.

Memang, ini adalah satu-satunya 'noda' pada citra Caesar tentang penggoda yang tak kenal lelah. Dikatakan tidak ada wanita, tidak ada istri, dan tidak ada anak perempuan yang aman di hadapan Caesar. 

Dikutip Short History, Caesar terkenal karena merayu istri sekutunya dan menggunakan seks dengan wanita aristokrat untuk meningkatkan status politiknya. Dia juga menghabiskan banyak uang, seringkali uang publik, untuk menyewa banyak pelacur. 

Caesar diberi julukan 'pezina jahat'. Selama salah satu kemenangan Caesar, tentaranya bernyanyi:

"Pria Roma, hati-hati dengan istrimu! Kami akan membawa pulang pezina botak itu. Di Gaul dia berhasil mendapatkan banyak uang. Yang dia pinjam di sini di Roma."

Di masa mudanya, Caesar dianggap pria yang tampan. Dikatakan dia memiliki selera humor yang bagus. Dia menikah tiga kali, namun ini tidak menghentikan Caesar untuk berselingkuh dengan beberapa gundik. 

Namun, kisah cinta yang melegenda adalah bersama sang Ratu Mesir, Cleopatra. Keduanya memiliki seorang putra bernama Caesarian, yang berarti ‘Caesar Kecil’. Namun status keduanya tidak pernah menikah karena bertentangan dengan hukum Romawi.

Pada suatu kesempatan ketika Caesar sedang berbicara di Senat, seorang utusan menyelipkannya catatan. Musuh bebuyutannya, senator Cato the Younger, menyela pidatonya, menuntut Caesar untuk membaca surat itu dengan lantang.

Cato percaya surat itu akan berisi bukti keterlibatan Caesar dalam konspirasi Catilinarian Kedua yang terkenal (diungkapkan oleh Cicero pada 63 SM).

Caesar mencoba beberapa kali untuk melepaskannya, tetapi tidak berhasil. Pada akhirnya, dia harus membacakan isi catatan itu di depan seluruh senat.

Itu adalah surat cinta dari Servilia, gundiknya, dan saudara tiri Cato. Dia memproklamirkan nafsunya yang kuat untuk Caesar dalam istilah yang sangat eksplisit. Cato dibuat bodoh di depan seluruh Senat.

Baca Juga: Bagaimana Julius Caesar Mengubah Romawi dan Memengaruhi Dunia Modern?

Baca Juga: Napak Tilas Jejak sang Diktator Romawi Julius Caesar di Kota Abadi

Baca Juga: Gara-gara Cuaca Buruk, Julius Caesar dan Romawi Gagal Kuasai Britania

Baca Juga: Apakah Kaisar Romawi Julius Caesar Hancurkan Perpustakaan Aleksandria? 

Putra Servilia, Marcus Brutus, adalah favorit Caesar. Terlepas dari desas-desus, Brutus bukanlah putra Caesar sejak dia lahir, ketika Caesar baru berusia lima belas tahun.

Marcus Brutus diperlakukan dengan sangat baik oleh Caesar. Bahkan ketika dia memihak lawan Caesar, Pompey, Caesar memerintahkan anak buahnya agar tidak ada bahaya yang menimpa Brutus.

Selama pembunuhan Julius Caesar di Senat Romawi pada 44 SM, Caesar melawan para penyerangnya, tetapi ketika dia melihat Marcus Brutus mendekat, dia berhenti berkelahi dan berkata: "Kamu juga, anakku?". Hal ini seolah mengisyaratkan Caesar memperlakukan Brutus seolah-olah dia adalah putra Caesar.

Masyarakat Romawi mempromosikan seksualitas. Prostitusi adalah legal dan publik. Rumah memiliki lukisan pornografi. Tidak ada hukuman moral yang ditujukan kepada laki-laki yang menikmati seks dengan perempuan dan laki-laki lain.