Kisah Tiberius Jadi Kaisar Romawi Kuno Hingga Skandal Terlarang

By Hanny Nur Fadhilah, Rabu, 15 Februari 2023 | 08:00 WIB
Tiberius adalah kaisar Romawi kuno yang dikenal memiliki banyak skandal terlarang. (Artur Furmanek)

Nationalgeographic.co.id—Kaisar Tiberius tercatat dalam sejarah sebagai salah satu kaisar awal Romawi yang paling terkenal. Kisah-kisah yang mengelilinginya tak jauh dari skandal terlarang.

Tapi apa yang membuat kehidupan pribadinya begitu liar? Bagaimana dia menjadi seorang kaisar Romawi di tengah banyak skandal yang dialami? Simak kisahnya.

Awal Mula Tiberius menjadi Kaisar Romawi

Tiberius adalah kaisar kedua Roma, berkuasa ketika pendahulunya Augustus meninggal pada tahun 14 M pada usia lanjut 75 tahun.

Sebenarnya, Tiberius bukanlah pilihan pertama Augustus sebagai pewaris takhta Roma kuno. Tetapi para pemuda yang dipersiapkan Augustus untuk tahta - Gayus, Lucius, dan Marcellus - meninggal dalam keadaan misterius.

Banyak yang menuding istri Augustus dan ibu Tiberius, Livia, menuduhnya meracuni orang-orang ini atau mengatur kematian mereka. Apa pun kebenaran yang ada di balik tuduhan ini, pada saat kematian Augustus, Tiberius adalah satu-satunya pilihan yang tersisa.

Sebagai seorang pemuda, Tiberius relatif terkendali. Dia unggul sebagai seorang prajurit dan komandan, memimpin pasukan Romawi menuju kemenangan di Armenia dan Jerman. Sementara dia unggul dalam kampanye, namun Tiberius benci kembali ke Roma, dipaksa menjadi sorotan di tengah-tengah mata ibu kota sebagai calon pewaris.

Tiberius Jadi Politisi Buruk

Augustus pada akhirnya meninggal pada tanggal 19 Agustus 14 M, dikelilingi oleh teman dan keluarga di kota Nola, dekat Naples. Dalam sebulan, Senat meratifikasi posisi Tiberius sebagai kaisar, memberinya kekuasaan absolut sebagai penguasa Kekaisaran Romawi.

Meski Tiberius dikenal seorang prajurit yang menakutkan, namun dia terbukti sebagai politisi yang buruk. Tiberius sebagian besar absen dari menjalankan negara, lebih memilih untuk menyerahkan pekerjaan berat kepada orang-orang berkuasa di sekitarnya.

Sejanus, kepala Pengawal Praetorian, ikut memerintah sebagai penguasa de facto Kekaisaran Romawi sampai dia dituduh mendalangi kudeta terhadap Tiberius pada tahun 31 dan dihukum mati.

Ayah Caligula, Germanicus, juga memiliki pengaruh yang cukup besar di Roma sebagai seorang pangeran muda yang gagah. Dia mengobarkan kampanye dan memadamkan pemberontakan sampai kematiannya di Suriah pada tahun 19 Masehi.