Pergerakan Lapisan Es Dapat Menjelaskan Kapan Permukaan Laut Akan Naik

By Ricky Jenihansen, Rabu, 22 Februari 2023 | 14:00 WIB
Lapisan es Greenland sangat besar, membentuk hampir setengah dari semua air tawar di belahan bumi utara dan kenaikan suhu di Bumi menyebabkannya mencair. (Baptiste Vandecrux (GEUS))

Nationalgeographic.co.id—Para peneliti dari Geological Survey of Denmark and Greenland (GEUS) dan University of Copenhagen Niels Bohr Institute telah melakukan penelitian untuk memahami pergerakan lapisan es. Hal itu tampaknya terkait erat dengan aliran air lelehan di bawah es.

Seperti diketahui, lapisan es Greenland sangat besar, membentuk hampir setengah dari semua air tawar di belahan bumi utara dan kenaikan suhu Bumi menyebabkannya mencair. dan lautan di dunia naik.

Oleh karena itu, pergerakan lapisan es dipantau secara ketat. Dengan menggunakan kecerdasan buatan, para peneliti menganalisis pergerakan es yang kini dapat mereka bagi menjadi empat kategori berdasarkan pola pergerakan.

Menurut para peneliti di balik penelitian ini, informasi ini telah hilang dari pemahaman kita tentang mengapa kecepatan es di lokasi yang sama dapat berubah dari waktu ke waktu, yang merupakan bagian penting dari pengetahuan untuk membuat model iklim yang lebih tepat, antara lain, kenaikan permukaan laut.

“Dengan bantuan sejumlah besar data satelit dan kecerdasan buatan, kami dapat mengidentifikasi dan memetakan fluktuasi musiman umum di sebagian besar tepi lapisan es," Anne Munck Solgaard, Peneliti Senior di GEUS dan penulis utama studi ini.

"Tidak hanya untuk satu tahun, tetapi juga untuk fluktuasi selama beberapa tahun. Jadi, studi kami memberikan pandangan tidak langsung pada proses di bawah es dan hubungannya dengan air lelehan dalam skala besar."

"Kaitan ini sangat penting untuk dipahami terkait dengan pemanasan iklim di masa depan, di mana jumlah air lelehan akan meningkat," Solgaard menambahkan.

Hasil studi tersebut telah diterbitkan di Geophysical Research Letters dengan judul "Seasonal Patterns of Greenland Ice Velocity From Sentinel-1 SAR Data Linked to Runoff."

Para peneliti dapat melihat ke mana lapisan es bergerak, dengan satu atau lain cara, sepanjang tahun. (University of Copenhagen)

Terowongan di bawah esSaat air lelehan dari permukaan mencapai dasar es, ia mengalir terutama menuju tepi lapisan es melalui saluran yang meleleh. Para peneliti telah menemukan bahwa desain saluran ini, juga dikenal sebagai jalur drainase subglacial, mempengaruhi pergerakan es di atasnya.

Jika saluran, yang berfungsi sebagai semacam sistem drainase, tidak mampu mengalirkan air, tekanan di dasar akan naik dan mengurangi gesekan antara es dan dasar.

Hal itu pada gilirannya menyebabkan es bergerak lebih cepat menuju lautan. Begitu pula sebaliknya, jika sistem drainase efektif, es bergerak lebih lambat.