Gaozong, Kaisar Tiongkok yang Harus Memilih Martabat atau Kedamaian

By Sysilia Tanhati, Selasa, 14 Maret 2023 | 12:00 WIB
Sebagai kaisar Tiongkok dari Dinasti Song, Gaozong membuat kebijakan kontroversial. Ia dihadapkan pada dua pilihan: hidup damai atau mengembalikan martabat. (Public Domain)

Nationalgeographic.co.id—Zhao Gou (1107 — 1187) dihormati sebagai Kaisar Gaozong dari Song. Ia adalah kaisar Tiongkok kesepuluh dari Dinasti Song. Serangkaian pemberontakan membuatnya membangun lagi kekaisaran di wilayah lain. Saat memimpin, dia membuat serangkaian kebijakan kontroversial. Gaozong bahkan dihadapkan pada pilihan sulit: menyelamatkan martabat atau kedamaian kekaisaran.

Pangeran pemberani yang dengan sukarela menjadi sandera

Zhao Gou adalah putra kesembilan Zhao Ji (Kaisar Huizong dari Song). Jauh dari takhta, dia menghabiskan masa muda yang menyenangkan.

Saat Zhao Gou berusia 19 tahun, Dinasti Jurchen Jin menginvasi Dinasti Song. Ayahnya, Kaisar Zhao Ji, segera menyerahkan tahta kepada kakak tertuanya Zhao Huan (Kaisar Qinzong dari Song).

Ketika pasukan Jin mengepung ibu kota Song untuk pertama kalinya, Song mempertahankan kota di bawah komando Jenderal Li Gang yang hebat. Namun, Kaisar Qinzong akhirnya menyetujui perjanjian dengan Jin. Ia menyerahkan kota-kota besar dan mengirimkan seorang pangeran sebagai sandera.

Zhao Gou sangat berani dan mengajukan diri untuk menjadi sandera di Jin.

Meski dijadikan sandera, Zhao Gou tidak gentar saat menghadapi pasukan Jin. Ini membuat penguasa Jin ragu apakah Zhao Gou adalah pangeran asli atau pesuruh yang menyamar. Oleh karena itu, Jin bersikeras menuntut Song mengirim pangeran asli lainnya dan membiarkan Zhao Gou pergi.

Beberapa bulan setelah Song menandatangani pakta tidak adil dengan Jin, Jin menginvasi Song lagi.

Zhao Gou ditugaskan untuk memimpin pasukan Song dan bernegosiasi dengan Jin lagi. Dia segera berangkat ke Jin dan meninggalkan ibu kota tempat istri dan anak-anaknya tinggal.

Namun, karena serangkaian keputusan bodoh Zhao Hu dan Zhao Ji, Dinasti Song gagal mengalahkan Jurchen Jin.

Kaisar, seluruh keluarga Dinasti Song, dan lebih dari 100.000 warga sipil terampil diperbudak ke utara. Ibu kota Song dirampok dan dibantai. Peristiwa ini dikenal sebagai Insiden Jingkang.

Zhao Gou melarikan diri dan membangun dinasti di tempat lain