Kisah dan Warisan Konfusius, Filsuf Terkenal dari Kekaisaran Tiongkok

By Sysilia Tanhati, Senin, 17 April 2023 | 15:00 WIB
Konfusius adalah guru, filsuf, dan ahli teori politik paling terkenal sepanjang sejarah Kekaisaran Tiongkok. Ajaran dan warisannya terus memengaruhi sejarah dan peradaban Tiongkok. (National Palace Museum)

Nationalgeographic.co.id—Konfusius adalah guru, filsuf, dan ahli teori politik paling terkenal sepanjang sejarah Kekaisaran Tiongkok. Gagasannya sangat memengaruhi peradaban Tiongkok dan negara-negara Asia Timur lainnya, bahkan hingga kini. Sebagai seorang pendidik, Konfusius menyediakan pendidikan di kalangan rakyat jelata.

Konfusius yang miskin dan pekerja keras

Sebagai keturunan bangsawan Dinasti Shang, nama keluarga bangsawan yang disandangnya tidak memberinya kehidupan yang kaya dan nyaman.

Konfusius lahir di Negara Lu, salah satu rezim di timur Tiongkok selama Periode Musim Semi dan Musim Gugur.

Ibunya adalah seorang selir berstatus rendah dan ayahnya meninggal ketika dia masih kecil. Konfusius hidup dalam kemiskinan di masa kecilnya. Ia harus melakukan pekerjaan pertanian untuk para bangsawan demi menghidupi keluarganya.

Tapi dia tidak pernah berhenti belajar.

Setelah dewasa, dia melakukan beberapa pekerjaan resmi, menikah, dan memiliki seorang putra, seperti kebanyakan orang.

Pendidik dan politisi cakap di masanya

Di usia pertengahan 20-an, Konfusius membuka sekolah swasta dan mulai mengajar di sana.

Dia adalah pelopor yang membawa pendidikan dari bangsawan ke warga sipil. Pendidik muda itu percaya semua orang bisa diajar. Konfusius percaya akan pentingnya pendidikan untuk menciptakan karakter yang berbudi luhur. Dia berpikir bahwa orang pada dasarnya baik namun mungkin telah menyimpang dari bentuk perilaku yang sesuai.

Lambat laun, Konfusius memperoleh reputasi terhormat dan lebih dari 3.000 siswa, kaya dan miskin, mulia dan rendah hati.

Dia mengunjungi negara bagian lain untuk sementara waktu. Namun sebagian besar waktunya dihabiskan untuk mengajar dan menyusun buku dengan murid-muridnya.